Minggu, 26 Desember 2010

APA MAKNA KHUSYU', DAN BAGAIMANA CARANYA.??

mintalah pertolongan
[kepada Allah] dengan
sabar dan [mengerjakan]
shalat. Dan sesungguhnya
yang demikian itu
sungguh berat, kecuali
bagi orang-orang yang
khusyu ’, (al-Baqarah: 45)
Khusyu' merupakan
kekuatan sholat. Tanpa
khusyu' sholat seakan
tidak mempunyai makna
bagi pelakunya, karena
sholat hanya berupa
aktifitas fisik yang rutin,
tanpa kenikmatan dan
tanpa rasa hidmat di
dalamnya.
Menghancurkan dan
merusak kekhusyu'an
dalam sholat adalah salah
satu misi syetan di dunia
ini. Firman Allah dalam
menceritakan misi syetan
tersebut:
Kemudian aku akan
mendatangi mereka dari
muka dan dari belakang
mereka, dari kanan dan
dari kiri mereka. Dan
Engkau tidak akan
mendapati kebanyakan
mereka bersyukur [ta’at].
(al-A'raaf: 17)
Rasulullah s.a.w.
bersabda
Yang pertama akan
hilang dari umatku
adalah khusyu', hingga
kalian tidak lagi melihat
orang khusyu'. (H.R.
Tabrani. Sahih)
Maka khsyu' ini juga
merupakan salah satu
sifat orang beriman. Allah
berfirman:
Sesungguhnya
beruntunglah orang-
orang yang beriman, (1)
[yaitu] orang-orang yang
khusyu ’ dalam shalatnya.
Ibnu Katsir mengatakan:
khusyu' adalah tidak
bergerak, tenang, penuh
tawadlu' karena
disebabkan takut kepada
Allah dan perasaan
diawasi Allah. Khusyu'
adalah sadarnya hati
seakan berdiri di depat
Allah dengan penuh
penghormatan,
pengabdian. (al-Madarij
1/520).
Tempat khusyu' adalah di
dalam hari dan
membekas ke seluruh
tubuh manusia. Kalau
hati sudah tidak khusyu'
maka seluruh anggota
tubuh tidak lagi
beribadah secara serius
karena hati ibarat
komandonya dan anggota
badan adalah tentaranya.
Khusyu' juga menjadi
bukti keikhlasan. Karena
hanya mereka yang
ikhlash ibadah karena
Allah dan sholat
karenaNya yang dapat
melakukan khusyu'
secara sempurna. Tanpa
keikhlasan, maka
seseorang hanya
melakukan kekhusyu'an
palsu atau yang sering
disebut kekhusyu'an
dusta.
Ibnu Qayyim mengatakan
ada dua jenis khusyu',
yaitu khusyu' iman dan
khusyu' munafik. khusyu'
Iman adalah hatinya
menghadap Allah dengan
penghormatan,
pengagungan,
ketenangan, penuh
harapan dan rasa malu,
lalu hatinya penuh
dengan cinta dan
pengakuan kepada Allah
yang membekas ke
seluruh anggota
badannya.
Adapun khusyu' munafik
adalah fisiknya khusyu'
tapi hatinya tidak. Para
sahabat sering berdoa: Ya
Allah lindungilah aku dari
khusyu' munafik. (Ruh
314).
Rasulullah s.a.w.
bersabda:"Lima sholat
yang diwajibkan oleh
Allah, barang siapa
memperbaiki wudlunya
dan melaksanakan sholat
pada waktunya,
menyempurnakan
ruku'nya dan
kekhusyu'annya, maka ia
mendapatkan janji Allah
untuk mengampuninya.
Barang siapa tidak
melakukan itu, maka ia
tidak mendapatkan janji
Allah, kalau Allah
berkehendak maka
Mengampuninya, kalau
Allah berkehendak maka
akan menyiksanya." (H.R.
Abu Dawud – sahih)
Dalam hadist lain
Rasulullah s.a.w.
bersabda:"Barang siapa
berwudlu dan
memperbaiki wudlunya
kemudaian ia sholat dua
rakaat, ia konsentrasikan
hati dan wajahnya (dan
tidak diganggu oleh
nafsunya), maka ia akan
diampuni dosanya yang
telah telah lewat. (H.R.
Bukhari).
Rasulullah s.a.w. juga
pernah bersabda:"Banyak
sekali orang yang sholat
hanya mendapatkan
capek berdiri" (H.R.
Nasai: hasan).
Tip menghadirkan khusyu
dalam sholat
Menghadirkan khusyu'
dalam sholat dalam
dilakukan melalui dua
cara. Pertama:
mengupayakan amalan-
amalan yang merangsang
kekhusyu'an dan kedua:
menghilangkan hal-hal
yang merusak
kekhusyu'an.
Adapun amalan-amalan
yang mengantarkan
kepada kekhusyu'an
adalah sbb:
1. Persiapkan diri untuk
sholat. Itu dimulai dengan
mendengarkan adzan dan
mengikutinya, berdoa
adzan, memperbaiki
wudlu, berdoa setalah
wudlu, melakukan siwak
sebelum sholat,
mempesiapkan baji
sholat, tempat sholat dan
menunggu waktu sholat.
Bukan bergegas sholat
ketika waktu hampir
lewat.
2. Thoma'ninah: yaitu
berhenti sejenak pada
setiap rukun-rukun
sholat. Dalam hadist
diriwayatkan bahwa
Rasulullah s.a.w. ketika
sholat, beliau melakukan
thma'ninah hingga semua
anggota badan beliau
kembali pada tempatnya.
(H.R. Abu Dawud dll.)
Dalam hadist lain
Rasulullah s.a.w.
bersabda:"Seburuk-buruk
pencuri adalah pencuri
sholat. Bagaimana itu
wahai Rasulullah, tanya
sahabat. "Mereka yang
tidak menyempurnakan
ruku' dan sujudnya. (H.R.
Ahmad dan Hakim: sahih).
Seseorang tidak akan
bisa khusyu' tanpa
thoma'ninah ini karena
cepatnya pergerakan
sholat telah
menghilangkan
kekhusyu'an dan
konsentrasi hati.
3. Ingat kematian saat
sholat. Rasulullah s.a.w.
pernah
bersabda:"Ingatlah mati
saat kamu sholat,
sesungguhnya seseorang
yang ingat mati saat
sholat maka ia akan
memperbaiki sholatnya,
dan sholatlah seperti
sholatnya orang yang
mengira itu sholatnya
yang terakhir" (Dailami:
sahih). Rasul juga pernah
berpesan kepada Abu
Ayub r.a. "Sholatlah
seperti sholatnya orang
yang pamitan" (Ahmad:
sahih).
4. Tadabbur (menghayati)
ayat-ayat Quran yang
dibaca saat sholat, begitu
juga dzikir-dzikir dan
bacaan sholat lainnya
lainnya serta
menyerapkannya dalam
diri mushalli.
Ini adalah sebuah kitab
yang Kami turunkan
kepadamu penuh dengan
berkah supaya mereka
memperhatikan ayat-
ayatnya dan supaya
mendapat pelajaran
orang-orang yang
mempunyai fikiran.
(Shad:29).
Dari Hudzaifah r.a. :Aku
sholat di belakang
Rasulullah s.a.w., satu
malam. Beliau membaca
dengan bebas. Ketika
melewati ayat di
dalamnya ada tasbih,
beliau bertasbih, ketika
melewati ayat
permintaan beliau
meminta dan ketika
melewati ayat minta
perlindungan, beliau pun
meminta
perlindungan" (Muslim).
Tadabbur dan tafakkur
terhadap ayat-ayat Allah
merupakan pengantar
kekhusyu'an. Begitu juga
menangis saat
mendengar atau
membaca ayat-ayat
Allah. Allah berfirman:
Dan mereka menyungkur
atas muka mereka sambil
menangis dan mereka
bertambah khusyu ’.
(Isra':109).
Atho' pernah bertanya
kepada Aisyah r.a.:
ceritakan kepadaku apa
yang paling kau kagumi
dari Rasulullah, lalu
Aisyah menangis. Suatu
malam Rasulullah s.a.w.
berdiri untuk sholat,
beliau berkata: Wahai
Aisyah biarkan aku
menyembah Tuhanku.
Sesungguhnya aku senang
bersamamu dan aku
senang
menyenangkanmu". Lalu
beliau pun bangun dan
sholat, lalu beliau sholat
sambil menangis sehingga
lantai kamarku basah
karena air mata beliau.
Lalu berkumandanglah
adzan Bilal untuk subuh,
ketika Bilal melihat mata
Rasulullah basah karena
menangis, Bilal pun
bertanya:"Wahai
Rasulullah, untuk apa
engkau menangis padahal
Allah telah
mengampunimu dosamu
yang lalu dan yang akan
datang? Rasul menjawab:
Wahai Bilal aku lebih
suka untuk menjadi
hamba yang banyak
bersyukur. Malam ini
diturunkan kepadaku
ayat yang ruglilah orang
yang membacanya dan
tidak menghayatinya,
yaitu ayat Ali Imran
190-194. (Ibnu
Hibban:sahih).
1. Membaca ayat satu-
satu. Ini juga
mengantarkan kepada
khusyu' karena
mengantarkan kepada
pamahaman dan
penghayatan. Umi
Salamah berkata bahwa
Rasulullah membaca
fatihah dalam sholat
dengan basmalah, lalu
berhenti lalu membaca
hamdalah lalu berhenti
lalu membaca
arrohmaanirrohiiim dan
seterusnya. (Abu Dawud:
sahih).
2. Memperindah bacaan
Quran dan tartil dapat
mengantarkan kepada
kekhusyu'an. Allah
berfirman:
Hai orang yang
berselimut [Muhammad],
(1) bangunlah [untuk
sembahyang] di malam
hari [1] kecuali sedikit
[daripadanya], (2) [yaitu]
seperduanya atau
kurangilah dari seperdua
itu sedikit, (3) atau lebih
dari seperdua itu. Dan
bacalah Al Qur ’an itu
dengan perlahan-lahan.
(Muzammil 1-4)
Rasulullah s.a.w.
berpesan:"Perindahlah al-
Qur'an dengan suaramu
yang merdu, karena
suara yang indah akan
memperindah al-
Quran" (Hakim:sahih).
Dalam hadist lain beliau
bersabda:"Sesungguhnya
seindah-indah suara
orang membaca Quran,
adalah kalau ia membaca
maka orang-orang yang
mendengarnya akan
takut kapada Allah. (Ibnu
Majah: sahih).
Ka'bah". (Hakim: sahih).
bat diceritakan terkena
panah saat berperang,
lalu ia minta agar dicabut
saat ia sholat karena saat
itu ia lupa semuanya dan
hanya ingat Allah.
nta (Ahmad: sahih).
28 September jam 0:59 · Suka ·
Hapus
Tanya Jawab Masalah
Islam 1. Beranggapan
bahwa saat sholat ia
sedang menghadap
kepada Allah. Dalam
sebuah hadist Rasulullah
s.a.w.
bersabda:"Sesungguhnya
kalian apabila sholat
maka sesungguhnya ia
sedang bermunajat
(bertemu) dengan
Tuhannya, maka
hendaknya ia mengerti
bagaimana bermunajat
dengan Tuhan. Hakim:
sahih).
2. Memperhatikan
pembatas depan sholat.
Sebaiknya ketika sholat
menghadap pembatas
depan, misalnya dinding
atau pembatas yang
polos. Tujuannya adalah
agar pandangan mata
kita tidak terganggu oleh
obyek-obyek visual yang
mengganggu konsentrasi
kita. Rasulullah s.a.w.
bersabda" Hendaklah
kalian ketika sholat
menaruh pembatas di
depannya agar syetan
tidak memutuskan
sholatnya" (Abu Dawud:
sahih). Sebaiknya
pembatas tersebut
berjarak tiga jengkal dari
tempatnya berdiri dan
sejengkal dari tempat
sujudnya. (Fathul Bari).
3. Meletakkan tangan
kanan di atas tangan kiri
di atas dada. Rasulullah
s.a.w. bersabda: Kami
para nabi diperintahkan
agar dalam sholat
meletakkan tangan
kanan di atas atas tangan
kiri (Thabrani:sahih).
Imam Ahmad
menjelaskan bahwa
tujuannya adalah agar
kita menundukkan diri di
depan Allah dengan
khusyu'. Ibnu Hajar
mengatakan bahwa sikap
seperti itu adalah sikap
seorang yang meminta
dengan merendahkan diri
dan sikap seperti itu lebih
mengantarkan kepada
kekhusyu'an.
4. Mengarahkan
pandangan mata pada
tempat sujud. Dai Aisyah
r.a. Rasulullah s.a.w.
ketika sholat beliau
menundukkan kepalanya
dan pandangannya
tertuju ke tempat sujud.
(Hakim:sahih). Begitu
juga ketika beliau
memasuki Ka'bah beliau
tidak memalingkan
pandangannya
1. Sebagian ulama
melihat bahwa
meragamkan bacaan
sholat dapat
mengantarkan kepada
kekhusyu'an karena
menciptakan suasana
baru dalam
melaksanakan sholat.
Misalnya redaksi bacaan
doa iftitah, ruku', sujud,
I'tidal, duduk antara dua
sujud dan tashahhud ada
beberapa riwayat sahih
yang berbeda-beda.
Membacanya dengan
redaksi yang berbeda-
beda dapat mempersegar
suasana sholat dan
mengantarkan kepada
kekhusyu'an. Begitu juga
bacaan-bacaan surat
setelah fatihah dapat
dilakukan dengan variasi
ayat yang berbeda-beda.
2. Disunnahkan membaca
ta'awwudz ( ذوغأ هللاب نم
ناطيشلا ميجرلا ) ketika
merasakan ada gangguan
konsentrasi dalam sholat.
Konon ketika seorang
hamba hendak
melaksanakan sholat,
syetan menurunkan
pasukannya yang disebut
Khanzab untuk
mengganggu orang
sholat. Abi 'Ash r.a.
berkata kepada
Rasulullah, Wahai
Rasulullah syetan telah
mengganggu sholatnya
dan membolak balikkan
bacaannya, Rasulullah
bersabda: Itu syetan
bernama Khanzab kalau
kamu merasakannya
maka bacalah ta'wudz
lalu tiuplah ke kiri tiga
kali". Iapun
melakukannya dan syetan
tidak lagi
mengganggunya.
(Muslim). Rasulullah juga
mengingatkan: Kalau
kalian sholat maka
datanglah syetan
mengganggu kalian,
sehingga kalian lupa
hitungan rakaatnya.
Kalau kalian
merasakannya maka
sujudlah dua kali ketika
ia duduk (Bukhari).
Rasulullah juga
mengingatkan bahwa
Syetan datang kepada
kalian ketika sholat lalu
membuka tempat duduk
kalian, lalu ia
merekayasa agar dia
ragu apa kentut apa
tidak, kalau kalian
merasakan itu janganlah
membatalkan sholat
hingga dengar suara atau
mencium bau (Thabrani:
sahih). Bahkan konon
syetan juga menganggu
orang yang sholat dengan
isu-isu kebaikan seperti
masalah dakwah,
masalah sunnah, masalah
keilmuan dan politik agar
sholatnya tidak lagi
terfokus.
3. Bacalah cerita orang
solih terdahulu
bagaimana mereka
berkhusyu' dalam
sholatnya. Ali r.a. ketika
hendak sholat maka
mukanya berubah, lalu ia
ditanyai tentang itu,
beliau menjawab: datang
waktu ketika amanah
ditawarkan kepada
langit, bumi dan gunung-
gunung tapi mereka
menolak tapi aku kini
membawanya. Konon
mereka ketita sholat
memerah wajahnya
karena takut akan
menghadap Allah. Salah
seorang
4. Berdoa dalam sholat,
khususnya saat sujud.
Rasulullah s.a.w.
bersabda:"Kondisi paling
antara hamba dan
Tuhannya adalah saat
sujud, maka
perbanyaklah
doa" (Muslim).
5. Dzikir setelah sholat.
Setelah melaksanakan
sholatnya hendaknya
seorang hamba
melakukan dzikir selesai
sholat untuk memperkuat
dan menyempurnakan
sholatnya. Tentu saja
tidak hanya dzikir dalam
lisan tapi juga diresapi
makna dan
kandungannya.
Adapun perkara-perkara
yang mengganggu
kekhusyu'an adalah sbb:
1. Membersihkan tempat
sholat dari hal-hal yang
mengganggu konsentrasi
seperti gambar-gambar
dan ornamen yang
menarik perhatian orang
sholat. Aisyah r.a. pernah
mempunyai kelambu di
rumahnya berwarna-
warni, lalu Rasulullah
memintanya agar
menyingkirkan itu karena
itu mengganggu sholat
beliau. (Bukhari). Maka
hendaknya melakukan
sholat di tempat yang
jauh dari kebisingan dan
banyak orang lalu lalang,
tempat orang ngobrol,
apalagi tempat hiburan
dan bersenang-senang
karena itu akan
mengganggu kekhusyu'an
sholat. Begitu juga agar
lokasi sholat tidak terlalu
panas atau terlalu dingin.
Rasulullah s.a.w.
memerintahkan agar
para sahabat melakukan
sholat dhuhur saat cuaca
agak dingin.
2 Memakai pakaian yang
polos dan tidak banyak
warna. Karena itu akan
menarik pandangan
mushalli dan mengganggu
konsentrasinya dalam
sholat. Rasulullah pernah
sholat dan terganggu
dengan kelambu Aisyah
yang berwarna-warni lalu
beliau meminta untuk
menyingkirkannya.
(Bukhari dll.).
3.Hindari solat di waktu
makan. Rasulullah s.a.w.
bersabda"Tidak baik
sholat di hadapan
makanan" (Muslim).
Riwayat lain mengatakan
"Ketika maka malam
sudah siap dan datang
waktu sholat, maka
dahulukan makan
malam" (Bukhari).
4. Hindari menanah
buang air besar, kecil dan
angin. Rasulullah s.a.w.
melarang sholat sambil
menahan kencing (Ibnu
Majah:sahih). Riwayat
lain mengatakan bahwa
Rasululllah s.a.w.
bersabda kalau kalian
akan sholat dan ingin ke
wc maka pergilah ke wc
dulu (Abu Dawud:sahih).
5. Hindari sholat dalam
keadaan ngantuk berat.
Rasulullah s.a.w.
bersabda "Kalau kalian
sholat dan ngantuk maka
tidurlah hingga ia
mengerti apa yang
dikatakan" (Bukhari).
Riwayat lain dengan
tambahan: ditakutkan
ketika kalian ngantuk
dan melakukan sholat
maka ia tidak sadar
maunya meminta
ampunan Allah tapi
malah mengumpat
dirinya. (Bukhari)
6.Hindari sholat di
tempat yang kurang rata
atau kuarng bersih
karena itu akan
menganggu konsentrasi
saat sujud. Rasulullah
s.a.w. bersabda
"Janganlah kau
membersihkan tempat
sujudmu (dari kerikil)
saat sholat, kalau
terpaksa melakukannya
maka itu cukup sekali
(Abu Dawud:sahih).
7.Jangan membaca terlalu
keras sehingga
mengganggu orang sholat
di samping kita.
Rasulullah s.a.w.
bersabda "Ingatlah
bahwa kalian semua
menghadap Allah,
janganlah saling
mengganggu, jangan
membaca lebih keras dari
saudaranya dalam
sholat" (Abu Dawud:
sahih).
8. Jangan tengak-tengok
saat sholat. Rasulullah
s.a.w. mengingatkan
bahwa tengak-tengok
dalam sholat adalah
gangguan syetan.
(Bukhari). Dalam hadist
lain dikatakan "Allah
senantiasa melihat
hambanya saat sholat
selama ia tidak
menengok, kalau
menengok maka Allah
meninggalkannya" (Abu
Dawud: sahih).
9. Jangan melihat ke arah
atas. Rasulullah s.a.w.
pernah bersabda "Ada
orang-orang sholat
sambil menghadap ke
atas, mudah-mudahan
matanya tidak
kembali" (Ahmad:sahih).
10.menahan mulut ketika
ingin menguap. Sabda
Rasulullah s.a.w. Ketika
kalian menguap saat
sholat, maka tahanlah
sekuatnya karena syetan
akan masuk ke mulut
kalian" (Muslim).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar