Selasa, 28 Desember 2010

BAGAIMANA CARA MENGQODLO SHOLAT.??

Sholat yang ditinggalkan
karena Haid tidak wajib
diqadla.
Definisi Ada' adalah
menjalankan ibadah di
dalam waktunya.
Sedangkan Qadla adalah
menjalankan ibadah
setelah lewat waktunya.
Apabila seseorang
mengakhirkan Sholat
hingga lewat waktunya,
kerana uzur seperti tidur
atau lupa, maka wajiblah
baginya untuk men-qadla
Sholat yang ditinggalkan
tesebut. Dan apabila ia
meninggalkan Sholat
dengan sengaja dan
tanpa uzur, maka itu
termasuk perbuatan
ma'siat, dan wajib
baginya meng-qadla
Sholat
tersebut dan bertaubat.
Dalam sebuah hadist
riwayat Muslim, dari Anas
bin Malik, Rasulullah
bersabda :"Barang siapa
tertidur dan
meninggalkan Sholat,
maka hendaklah ia
bergegas Sholat ketika
ingat".
Dalam sebuah hadits
yang diriwayatkan oleh
Abu Hurairah ra.:
Bahwasanya Rasulullah
SAW ketika kembali dari
peperangan Khaibar,
berjalan pada malam hari
bersama para sahabat,
dan ketika beliau
merasakan kantuk,
memerintahkan para
sahabat untuk berhenti
dan beristirahat dan
berkata pada Bilal
"Berjaga-jagalah malam
ini", kemudian Bilal
shalat beberapa rekaat
dan berjaga-jaga.
Rasulullah SAW tertidur
bersama para sahabat,
dan ketika mendekati
waktu fajar, Bilal
bersandar pada kuda
tunggangannya sambil
menghadap pada arah
fajar, Bilal merasakan
kantuk dan akhirnya
tertidur, tak satupun dari
para sahabat terbangun
hingga panas matahari
mengenai mereka, yang
pertama kali bangun
adalah Rasulullah SAW,
terkejut dan berkata
pada Bilal, "Hai Bilal",
kemudian Bilal menjawab
"telah menimpa padaku
seperti yang menimpa
padamu ya
Rasul"(kantuk).
Kemudian Rasulullah SAW
berkata pada para
sahabat "Tambatkan
tunggangan kalian",
kemudian para sahabat
melakukannya. Rasulullah
SAW berwudlu dan
memerintahkan pada
Bilal untuk beriqomat,
kemudian Rasulullah
bersama para sahabat
shalat (qadla) berjamaah
dan ketika selesai shalat
Rasulullah SAW bersabda
"Barangsiapa lupa
mengerjakan shalat,
maka kerjakanlah shalat
ketika Ia mengingatnya,
dan sesungguhnya Allah
SWT telah berfirman
"Dirikanlah shalat
untukmengingat-Ku".
Wajib qadla shalat yang
ditinggalkan, merupakan
pendapat empat mazhab,
yaitu Hanafi, Maliki,
Syafi'i dan Hanbali dan
berdasarkan perintah dan
tindakan yang dilakukan
oleh Rasulullah s.a.w.
Pandangan yang
mengatakan tidak wajib
qadha' adalah pendapat
Imam Ibn Taymiyah, Ibn
Hazmin, ia juga
diamalkan oleh Umar
alKhattab, Ibn Umar,
Umar abd Aziz, Ibn Sirin,
dan lain-lain. Hujah
mereka: Islam telah
mewajibkan solat dan
tidak boleh
menangguhkannya
walaupun sakit, musafir
dalam peperangan;
ditegaskan oleh Imam Ibn
Taymiyah tidak boleh
mengqadha' solat yang
tertinggal, cukup dengan
taubat dan solat sunat
yang banyak untuk
menggantikannya.
niatnnya Usholli fardol
asri arbaarakaatin
qodo'an adaallilahita'ala
( ini seumpama qodho
sholat asar.
10 September jam 22:35 · Suka ·
Hapus
Ajeng Kalky Kala Patra
Trimakasih bnyak Pak ats
ilmunya. Sya ingin
brtanya 1 hal lg pak.
Sya sdank konflik dgn
shabat saya. Tp saya
sudah 3x minta maaf,dan
dia slalu mengacuhkan
saya. Tdk prnah mmbalas
prkataan maaf saya.
Mnurut bapak bgaimana?
Apa sya sudah dimaafkan
oleh Allah? Dan lg dia
seaakan mmutuskan tali
silaturahmi antara
kita,apakh sya jg trkena
dosanya pak krn putusnya
silaturahmi tsb??
10 September jam 23:14 · Suka ·
Hapus
Tanya Jawab Masalah
Islam Kita wajib
memohon ampun kepada
seseorang jika kita
melakukan kesalahan
kepadanya sama ada
kesalahan berkait dengan
lidah (mengumpat,
memfitnah dsbnya),
mencederakannya,
merampas/mencuri
hartanya dan sebagainya.
Memohon maaf adalah
dengan mengakui
kesilapan, menyerah diri
kepadanya, meminta
keredhaannya,
membersihkan namanya
atau mengembalikan
haknya jika bersangkutan
dengan harta dan
sebagainya. Jika kita
telah melakukan apa
yang terdaya,
berserahlah kepada
Allah. Jika ia masih
berdendam, itu
maknanya ia bukan orang
bertakwa kerana sifat
orang bertakwa
antaranya ialah
memaafkan orang lain;
“Dan segeralah kamu
kepada (mengerjakan
amal-amal yang baik
untuk mendapat)
keampunan dari Tuhan
kamu, dan (mendapat)
syurga yang seluas langit
dan bumi, yang
disediakan bagi orang-
orang bertaqwa; Iaitu
orang-orang
menginfakkan hartanya
pada masa senang dan
susah, orang-orang yang
mampu menahan
kemarahannya, dan
orang-orang yang
memaafkan kesalahan
orang. (Ingatlah), Allah
mengasihi orang-orang
yang berbuat baik ” (Ali
Imran; 133-134).
Lagipun, tidak harus
sesama muslim bermasam
muka lebih dari tiga hari
sebagaimana di larang
oleh Nabi s.a.w.. Sabda
baginda; “Tidak harus
seorang muslim
memutuskan hubungan
dengan saudaranya
melebihi tiga hari di
mana apabila mereka
bertemu, masing-masing
berpaling ke arah lain.
Yang terbaik di antara
mereka berdua ialah
yang mula-mula memberi
salam ” (HR Imam al-
Bukhari dan Muslim dari
Abi Ayyub r.a.).
anda tidak memutuskan
silaturachmi, cukup minta
maaf 3 kali selebihnya
anda berbuat baik saja
pada teman anda,
Wallahu a'lam.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar