Minggu, 26 Desember 2010

SAHKAH SHOLAT DENGAN LUKA YANG MASIH BERDARAH DAN BERNANAH.??

Allah Ta ’ala berfirman :
“dan Dia sekali-kali tidak
menjadikan untuk kamu
dalam agama ini suatu
kesempitan ”. (QS. Al-Hajj:
78)
“ Allah menghendaki
kemudahan bagimu, dan
tidak menghendaki
kesukaran bagimu ”. (QS:
Al Baqarah: 185)
“ Maka bertakwalah
kamu kepada Allah
menurut kesanggupanmu
dan dengarlah serta
taatlah ”. (QS. Taghabun:
16)
Nabi Shallallahu ‘alaihi
wa sallam bersabda :
“ Jika saya perintahkan
kalian dengan suatu
urusan maka kerjakanlah
semampu kalian ”
Berdasarkan kaidah dasar
ini, maka Allah memberi
keringanan bagi orang
yang mempunyai udzur
dalam masalah ibadah
mereka sesuai dengan
tingkat udzur yang
mereka alami, agar
mereka dapat beribadah
kepada Allah tanpa
merasa berat serta
kesulitan. Dengan segala
puji hanya milik Allah
Rabb semesta alam.
Jika pada sebagian
anggota badan yang
harus disucikan terdapat
luka, maka ia tetap
dibasuh dengan air. Jika
hal tersebut justru
membahayakan maka
diusap dengan sekali
usapan. Caranya,
tangannya dibasahi
dengan air lalu diusapkan
di atasnya. Jika mengusap
luka juga
membahayakannya, maka
ia bisa bertayammum.
Jika pada sebagian
tubuhnya terdapat luka
yang digibs atau dibalut,
maka ia mengusap
balutan tadi dengan air
sebagai ganti dari
membasuhnya, dan ia
tidak bertayammum
karena mengusap
pengganti dari
membasuh.
Orang yang sakit harus
membersihkan tubuhnya
dari najis, jika tidak
mungkin maka ia sholat
sesuai dengan
keadaannya tadi, dan
sholatnya sah tanpa
harus mengulang.
jadi sah secara hukum
jika ada luka yang
bernanah. walohu'alam

1 komentar: