Tampilkan postingan dengan label KHUSYU'. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KHUSYU'. Tampilkan semua postingan

Senin, 27 Desember 2010

BAGAIMANA CARA KHUSYU'.??

Secara Lughah
khusyu’ berarti rendah
diri atau mendekati
rendah diri. Menurut
pengertian ini khusyu’ itu
terdapat pada suara
penglihatan ketenangan
dan kerendahdirian.
Sedangkan pengertian
khusyu ’ menurut syara’
adl rendah diri. Rendah
diri ini kadang-kadang
berada dalam hati dan
kadang-kadang berasal
dari anggota tubuh
seperti diam. Adapun
dalil yg menguatkan
bahwa khusyu ’ itu
pekerjaan hati adl hadis
Ali ra “Khusyu’ itu berada
dalam hati” hadis
“Sekiranya sanubari hati
orang ini khusyu niscaya
anggota tubuhnya
menjadi khusyu ” dan
hadis do’a mohon
perlindungan “..dan aku
mohon perlindungan
kepada-Mu dari sanubari
hati yg tidak khusyu. ”
Apakah khusyu’ dalam
salat itu wajib?Dalam
masalah ini ulama
berbeda pendapat.
Menurut al-Ghozali
khusyu ’ itu wajib. Beliau
menguraikan
argumentasinya secara
panjang lebar -untuk
menguatkan
pendapatnya- dalam
kitab ‘Ihyaa’ Ulumuddin’.
Akan tetapi menurut
Jumhur Ulama ’ khusyu’
itu tidak wajib. Bahkan
Imam an-Nawawi
mengklaim adanya Ijma’
yg tidak mewajibkan
khusyu ’. Hadis-Hadis yg
Menganjurkan Seseorang
agar Berlaku Khusyu ’
dalam Salatnya .
Dari Anas ra bahwa
Rasulullah saw bersabda
“ Apabila hidangan makan
malam telah disiapkan
maka mulailah
menyantap makanan itu
sebelum anda salat
Maghrib ” .
Hadis tersebut menurut
Jumhur Ulama ’
menunjukkan sunnahnya
mendahulukan makan
malam atas salat. Karena
hal itu akan bisa
mengarahkan seseorang
berkonsentrasi dalam
salatnya. Bahkan
menurut ulama yg lain
agar sanubari hati itu
tidak tergoda dgn
makanan yg sudah
tersediakan tersebut. Di
samping itu ada beberapa
atsar sahabat yg
menjelaskan tentang
ta ’lil dilarangnya
mendahulukan salat
ketika makanan sudah
dihidangkan. Di
antaranya adl atsar yg
dikeluarkan oleh Ibnu
Abu Syaibah dari Abu
Hurairah dan Ibnu Abbas
“ Bahwa keduanya pernah
sedang makan sementara
didapur api nya masih
terdapat daging yg
sedang dibakar lalu
sahabat yg melakukan
adzan tersebut ingin
melakukan iqamah utk
salat tiba-tiba Ibnu Abbas
berkata kepadanya
‘ Jangan terburu-buru’
kita tidak melakukan
salat selama dalam hati
kita masih ingat
sesuatu . ” Dalam riwayat
yg lain disebutkan
“ Supaya tidak
memalingkan perhatian
kita dalam salat. ”
Disebutkan pula dari
Hasan bin Ali as bahwa
dia berkata “Makan
malam sebelum salat itu
bisa menghilangkan jiwa
yg suka mencela . ” Jika
waktu salat tinggal
sedikit apakah
disunnahkan pula
mendahulukan makan
atas salat? Kesunnahan
seperti itu dilakukan
apabila waktu salat
masing panjang. Namun
jika waktu salat tinggal
sedikit maka menurut
Jumhur Ulama ’ dia
mendahulukan salat atas
makan. Hal ini
dimaksudkan utk
menjaga waktu salat
agar tidak lewat.
Kandungan Hadis Dari
hadis no. 2 di atas bisa
ditarik kesimpulan
sebagai berikut a.
Hadirnya makanan
seperti itu bisa menjadi
uzur utk meninggalkan
salat jama’ah. Telah
diriwayatkan dari Ibnu
Umar bahwa apabila
hidangan makan
malamnya telah
disiapkan dan dia
mendengar bacaan Imam
dalam salat maka dia
tidak berdiri sampai dia
selesai makan.b. Hal-hal
selain makanan bisa
dianalogikan dgn
makanan selama
mempunyai ilat yg sama
yaitu apabila dia
mengakhirkan melakukan
sesuatu itu hatinya
menjadi terganggu ketika
salat. Maka sebaiknya
melakukan sesuatu itu
sebelum salat.Dan di sini
yg perlu diperhatikan
betul adl bahwa sesuatu
itu telah diperbolehkan
secara tegas bahkan
dianjurkan oleh Syara’ .
Akan tetapi apabila
sesuatu itu tidak
dianjurkan oleh Syara’
maka mendahulukan
salat lbh baik daripada
melakukan atau
melanjutkan sesuatu itu.
Contohnya adl menonton
sinetron berbincang-
bincang dgn kawan atau
kerabatnya. Karena itu
mendahulukan salat lbh
baik daripada menonton
sinetron atau mengobrol
lbh dahulu dgn kawan
atau kerabatnya baik
waktu salat tinggal
sedikit atau masih
panjang.
Dari Aisyah ra berkata
“ saya bertanya kepada
Rasulullah saw tentang
menoleh dalam salat ?”
Kemudian Rasul saw
menjawab “Menoleh itu
adl suatu keteledoran
seseorang akibat ulah
syetan dalam salat
seorang hamba ” Menurut
riwayat at-Tirmidzi dan
menshahihkannya
“ Janganlah anda menoleh
dalam salat krn itu adl
kebinasaan . Apabila
anda harus
melakukannya maka
lakukanlah dalam salat
sunnah ”
Seseorang yg sedang
melakukan salat
dimakruhkan menoleh ke
kanan dan ke kiri. Karena
pada dasarnya dia sedang
menghadap Tuhannya.
Sementara itu syetan
selalu mengintip dan
mencari-cari kelengahan
orang itu. Jika seseorang
dalam salatnya menoleh
ke kiri dan ke kanan
berarti dia telah masuk
perangkap syetan.
Menurut Jumhur Ulama ’
menoleh itu dimakruhkan
krn bisa mengurangi
khusyu ’ salat. Namun
apabila menolehnya itu
sampai memalingkan
dadanya atau seluruh
lehernya dari kiblat maka
hal itu bukan lagi makruh
melainkan bisa
membatalkan salat. Hal
ini berdasarkan pada
hadis Abu Dzar “Allah
SWT selalu menghadap
kepada seorang hamba
dalam salatnya selama
dia tidak menoleh apabila
dia memalingkan
wajahnya maka Allah pun
‘pergi’
20 September jam 19:32 ·
Suka · 1 · Hapus
Tanya Jawab Masalah
Islam Hal utama yang
menyebabkan shalat
kurang khusu ’ atau
bahkan tidak khusu’
adalah buru-buru. Setiap
melakukan shalat, selalu
diingatkan atau
dibayang-bayangi oleh
hal-hal yang akan kita
lakukan setelah shalat
atau hal-hal yang
terlupakan sebelum
shalat, tiba-tiba terlintas
dipikiran.
Berikut tips untuk
mencapai shalat khusu’:
- Sebelum memulai
shalat, niatkan bahwa
anda punya waktu 15
menit untuk shalat. Jadi
anda tidak perlu terburu-
buru dalam melakukan
shalat. Segala hal yang
akan anda lakukan
setelah shalat, masih bisa
menunggu setelah 15
menit ini berlalu.
- Lakukan shalat dengan
sadar, artinya anda tahu
& sadar rukun apa yang
sedang anda lakukan
atau bacaan apa yang
sedang anda baca.
Bacalah bacaan shalat
secara perlahan dan
lemah lembut. Tidak
perlu terburu-buru
karena anda punya waktu
15 menit untuk shalat ini.
- Ketika melakukan
gerakan shalat,
sempurnakanlah gerakan
tersebut terlebih dahulu
sebelum memulai bacaan.
Misalnya ketika berdiri,
berdirilah dengan tegak
dan anda sadar & bisa
merasakan bahwa anda
sedang berdiri. Ketika
rukuk, rasakan dengan
penuh kesadaran bahwa
anda sedang rukuk,
sempurnakan gerakan
rukuk, baru kemudian
memulai bacaan. Ketika
sujud, rasakan bahwa
anda sedang bersujud,
rasakan bahwa tubuh
anda sedang bersujud,
baru kemudian mulai
bacaannya. Triknya
jangan memulai bacaan
sebelum anda sadar
bahwa anda sedang
bersujud atau rukuk. Jika
perlu menarik nafas,
tariklah nafas terlebih
dahulu, baru memulai
bacaan. Sekali lagi jangan
terburu-buru karena
anda punya waktu 15
menit untuk melakukan
shalat ini.
- Yakinkan dalam hati
bahwa Allah SWT sedang
memandang kepada
anda. Allah sedang
mendengarkan bacaan-
bacaan anda. Gunakan
hati, bukan pikiran. Jika
harus menitikan air mata,
biarkan air mata anda
mengalir, rasakan dengan
hati. Jika ada penyesalan
terhadap dosa-dosa anda
yang telah lalu, rasakan
itu, rasakan dengan
sangat mendalam,
biarkan air mata anda
mengalir. Anda akan
merasakan begitu rindu
dengan Allah, laksana
anda baru pulang ke
kampung halaman dari
perantauan yang telah
bertahun-tahun. Jika
anda merasakan hal ini
ketika bersujud,
biarkanlah posisi anda
dalam keadaan bersujud,
sampai hati anda merasa
puas, baru kemudian
bangkit dari sujud.
Anda tidak perlu menjadi
imam mesjid, seorang
ustaz / ustazah, atau pak
haji / ibu haji untuk
mencapai shalat khusu ’.
Praktekan tips di atas,
Insya Allah anda akan
mendapatkan shalat
khusu ’. Sebenarnya shalat
khusus’ bukan diciptakan,
tetapi kita menyiapkan
diri untuk menerima
kekhusukan itu dari Allah
SWT. Allah akan
memberikan rasa khusu ’
jika jiwa kita sudah siap
menerimanya. Sedikit
atau banyak dosa yang
telah anda lakukan TIDAK
AKAN MENGHALANGI
anda untuk menerima
kekhusukan dari Allah.
Allah Maha Pengampun,
Allah Maha Penyayang
dan Maha Pengasih.
Maha dapat diartikan
tidak terbatas, banyak
dan berlimpah.
Perlu latihan yang terus
menerus untuk mencapai
shalat khusu ’. Jika sudah
mencapai rasa khusu’,
pertahankanlah. Jika
kadang kala hilang,
ulangi lagi tips di atas.
Karena hati kita laksana
air laut, kadang pasang,
kadang surut.

Minggu, 26 Desember 2010

APA MAKNA KHUSYU', DAN BAGAIMANA CARANYA.??

mintalah pertolongan
[kepada Allah] dengan
sabar dan [mengerjakan]
shalat. Dan sesungguhnya
yang demikian itu
sungguh berat, kecuali
bagi orang-orang yang
khusyu ’, (al-Baqarah: 45)
Khusyu' merupakan
kekuatan sholat. Tanpa
khusyu' sholat seakan
tidak mempunyai makna
bagi pelakunya, karena
sholat hanya berupa
aktifitas fisik yang rutin,
tanpa kenikmatan dan
tanpa rasa hidmat di
dalamnya.
Menghancurkan dan
merusak kekhusyu'an
dalam sholat adalah salah
satu misi syetan di dunia
ini. Firman Allah dalam
menceritakan misi syetan
tersebut:
Kemudian aku akan
mendatangi mereka dari
muka dan dari belakang
mereka, dari kanan dan
dari kiri mereka. Dan
Engkau tidak akan
mendapati kebanyakan
mereka bersyukur [ta’at].
(al-A'raaf: 17)
Rasulullah s.a.w.
bersabda
Yang pertama akan
hilang dari umatku
adalah khusyu', hingga
kalian tidak lagi melihat
orang khusyu'. (H.R.
Tabrani. Sahih)
Maka khsyu' ini juga
merupakan salah satu
sifat orang beriman. Allah
berfirman:
Sesungguhnya
beruntunglah orang-
orang yang beriman, (1)
[yaitu] orang-orang yang
khusyu ’ dalam shalatnya.
Ibnu Katsir mengatakan:
khusyu' adalah tidak
bergerak, tenang, penuh
tawadlu' karena
disebabkan takut kepada
Allah dan perasaan
diawasi Allah. Khusyu'
adalah sadarnya hati
seakan berdiri di depat
Allah dengan penuh
penghormatan,
pengabdian. (al-Madarij
1/520).
Tempat khusyu' adalah di
dalam hari dan
membekas ke seluruh
tubuh manusia. Kalau
hati sudah tidak khusyu'
maka seluruh anggota
tubuh tidak lagi
beribadah secara serius
karena hati ibarat
komandonya dan anggota
badan adalah tentaranya.
Khusyu' juga menjadi
bukti keikhlasan. Karena
hanya mereka yang
ikhlash ibadah karena
Allah dan sholat
karenaNya yang dapat
melakukan khusyu'
secara sempurna. Tanpa
keikhlasan, maka
seseorang hanya
melakukan kekhusyu'an
palsu atau yang sering
disebut kekhusyu'an
dusta.
Ibnu Qayyim mengatakan
ada dua jenis khusyu',
yaitu khusyu' iman dan
khusyu' munafik. khusyu'
Iman adalah hatinya
menghadap Allah dengan
penghormatan,
pengagungan,
ketenangan, penuh
harapan dan rasa malu,
lalu hatinya penuh
dengan cinta dan
pengakuan kepada Allah
yang membekas ke
seluruh anggota
badannya.
Adapun khusyu' munafik
adalah fisiknya khusyu'
tapi hatinya tidak. Para
sahabat sering berdoa: Ya
Allah lindungilah aku dari
khusyu' munafik. (Ruh
314).
Rasulullah s.a.w.
bersabda:"Lima sholat
yang diwajibkan oleh
Allah, barang siapa
memperbaiki wudlunya
dan melaksanakan sholat
pada waktunya,
menyempurnakan
ruku'nya dan
kekhusyu'annya, maka ia
mendapatkan janji Allah
untuk mengampuninya.
Barang siapa tidak
melakukan itu, maka ia
tidak mendapatkan janji
Allah, kalau Allah
berkehendak maka
Mengampuninya, kalau
Allah berkehendak maka
akan menyiksanya." (H.R.
Abu Dawud – sahih)
Dalam hadist lain
Rasulullah s.a.w.
bersabda:"Barang siapa
berwudlu dan
memperbaiki wudlunya
kemudaian ia sholat dua
rakaat, ia konsentrasikan
hati dan wajahnya (dan
tidak diganggu oleh
nafsunya), maka ia akan
diampuni dosanya yang
telah telah lewat. (H.R.
Bukhari).
Rasulullah s.a.w. juga
pernah bersabda:"Banyak
sekali orang yang sholat
hanya mendapatkan
capek berdiri" (H.R.
Nasai: hasan).
Tip menghadirkan khusyu
dalam sholat
Menghadirkan khusyu'
dalam sholat dalam
dilakukan melalui dua
cara. Pertama:
mengupayakan amalan-
amalan yang merangsang
kekhusyu'an dan kedua:
menghilangkan hal-hal
yang merusak
kekhusyu'an.
Adapun amalan-amalan
yang mengantarkan
kepada kekhusyu'an
adalah sbb:
1. Persiapkan diri untuk
sholat. Itu dimulai dengan
mendengarkan adzan dan
mengikutinya, berdoa
adzan, memperbaiki
wudlu, berdoa setalah
wudlu, melakukan siwak
sebelum sholat,
mempesiapkan baji
sholat, tempat sholat dan
menunggu waktu sholat.
Bukan bergegas sholat
ketika waktu hampir
lewat.
2. Thoma'ninah: yaitu
berhenti sejenak pada
setiap rukun-rukun
sholat. Dalam hadist
diriwayatkan bahwa
Rasulullah s.a.w. ketika
sholat, beliau melakukan
thma'ninah hingga semua
anggota badan beliau
kembali pada tempatnya.
(H.R. Abu Dawud dll.)
Dalam hadist lain
Rasulullah s.a.w.
bersabda:"Seburuk-buruk
pencuri adalah pencuri
sholat. Bagaimana itu
wahai Rasulullah, tanya
sahabat. "Mereka yang
tidak menyempurnakan
ruku' dan sujudnya. (H.R.
Ahmad dan Hakim: sahih).
Seseorang tidak akan
bisa khusyu' tanpa
thoma'ninah ini karena
cepatnya pergerakan
sholat telah
menghilangkan
kekhusyu'an dan
konsentrasi hati.
3. Ingat kematian saat
sholat. Rasulullah s.a.w.
pernah
bersabda:"Ingatlah mati
saat kamu sholat,
sesungguhnya seseorang
yang ingat mati saat
sholat maka ia akan
memperbaiki sholatnya,
dan sholatlah seperti
sholatnya orang yang
mengira itu sholatnya
yang terakhir" (Dailami:
sahih). Rasul juga pernah
berpesan kepada Abu
Ayub r.a. "Sholatlah
seperti sholatnya orang
yang pamitan" (Ahmad:
sahih).
4. Tadabbur (menghayati)
ayat-ayat Quran yang
dibaca saat sholat, begitu
juga dzikir-dzikir dan
bacaan sholat lainnya
lainnya serta
menyerapkannya dalam
diri mushalli.
Ini adalah sebuah kitab
yang Kami turunkan
kepadamu penuh dengan
berkah supaya mereka
memperhatikan ayat-
ayatnya dan supaya
mendapat pelajaran
orang-orang yang
mempunyai fikiran.
(Shad:29).
Dari Hudzaifah r.a. :Aku
sholat di belakang
Rasulullah s.a.w., satu
malam. Beliau membaca
dengan bebas. Ketika
melewati ayat di
dalamnya ada tasbih,
beliau bertasbih, ketika
melewati ayat
permintaan beliau
meminta dan ketika
melewati ayat minta
perlindungan, beliau pun
meminta
perlindungan" (Muslim).
Tadabbur dan tafakkur
terhadap ayat-ayat Allah
merupakan pengantar
kekhusyu'an. Begitu juga
menangis saat
mendengar atau
membaca ayat-ayat
Allah. Allah berfirman:
Dan mereka menyungkur
atas muka mereka sambil
menangis dan mereka
bertambah khusyu ’.
(Isra':109).
Atho' pernah bertanya
kepada Aisyah r.a.:
ceritakan kepadaku apa
yang paling kau kagumi
dari Rasulullah, lalu
Aisyah menangis. Suatu
malam Rasulullah s.a.w.
berdiri untuk sholat,
beliau berkata: Wahai
Aisyah biarkan aku
menyembah Tuhanku.
Sesungguhnya aku senang
bersamamu dan aku
senang
menyenangkanmu". Lalu
beliau pun bangun dan
sholat, lalu beliau sholat
sambil menangis sehingga
lantai kamarku basah
karena air mata beliau.
Lalu berkumandanglah
adzan Bilal untuk subuh,
ketika Bilal melihat mata
Rasulullah basah karena
menangis, Bilal pun
bertanya:"Wahai
Rasulullah, untuk apa
engkau menangis padahal
Allah telah
mengampunimu dosamu
yang lalu dan yang akan
datang? Rasul menjawab:
Wahai Bilal aku lebih
suka untuk menjadi
hamba yang banyak
bersyukur. Malam ini
diturunkan kepadaku
ayat yang ruglilah orang
yang membacanya dan
tidak menghayatinya,
yaitu ayat Ali Imran
190-194. (Ibnu
Hibban:sahih).
1. Membaca ayat satu-
satu. Ini juga
mengantarkan kepada
khusyu' karena
mengantarkan kepada
pamahaman dan
penghayatan. Umi
Salamah berkata bahwa
Rasulullah membaca
fatihah dalam sholat
dengan basmalah, lalu
berhenti lalu membaca
hamdalah lalu berhenti
lalu membaca
arrohmaanirrohiiim dan
seterusnya. (Abu Dawud:
sahih).
2. Memperindah bacaan
Quran dan tartil dapat
mengantarkan kepada
kekhusyu'an. Allah
berfirman:
Hai orang yang
berselimut [Muhammad],
(1) bangunlah [untuk
sembahyang] di malam
hari [1] kecuali sedikit
[daripadanya], (2) [yaitu]
seperduanya atau
kurangilah dari seperdua
itu sedikit, (3) atau lebih
dari seperdua itu. Dan
bacalah Al Qur ’an itu
dengan perlahan-lahan.
(Muzammil 1-4)
Rasulullah s.a.w.
berpesan:"Perindahlah al-
Qur'an dengan suaramu
yang merdu, karena
suara yang indah akan
memperindah al-
Quran" (Hakim:sahih).
Dalam hadist lain beliau
bersabda:"Sesungguhnya
seindah-indah suara
orang membaca Quran,
adalah kalau ia membaca
maka orang-orang yang
mendengarnya akan
takut kapada Allah. (Ibnu
Majah: sahih).
Ka'bah". (Hakim: sahih).
bat diceritakan terkena
panah saat berperang,
lalu ia minta agar dicabut
saat ia sholat karena saat
itu ia lupa semuanya dan
hanya ingat Allah.
nta (Ahmad: sahih).
28 September jam 0:59 · Suka ·
Hapus
Tanya Jawab Masalah
Islam 1. Beranggapan
bahwa saat sholat ia
sedang menghadap
kepada Allah. Dalam
sebuah hadist Rasulullah
s.a.w.
bersabda:"Sesungguhnya
kalian apabila sholat
maka sesungguhnya ia
sedang bermunajat
(bertemu) dengan
Tuhannya, maka
hendaknya ia mengerti
bagaimana bermunajat
dengan Tuhan. Hakim:
sahih).
2. Memperhatikan
pembatas depan sholat.
Sebaiknya ketika sholat
menghadap pembatas
depan, misalnya dinding
atau pembatas yang
polos. Tujuannya adalah
agar pandangan mata
kita tidak terganggu oleh
obyek-obyek visual yang
mengganggu konsentrasi
kita. Rasulullah s.a.w.
bersabda" Hendaklah
kalian ketika sholat
menaruh pembatas di
depannya agar syetan
tidak memutuskan
sholatnya" (Abu Dawud:
sahih). Sebaiknya
pembatas tersebut
berjarak tiga jengkal dari
tempatnya berdiri dan
sejengkal dari tempat
sujudnya. (Fathul Bari).
3. Meletakkan tangan
kanan di atas tangan kiri
di atas dada. Rasulullah
s.a.w. bersabda: Kami
para nabi diperintahkan
agar dalam sholat
meletakkan tangan
kanan di atas atas tangan
kiri (Thabrani:sahih).
Imam Ahmad
menjelaskan bahwa
tujuannya adalah agar
kita menundukkan diri di
depan Allah dengan
khusyu'. Ibnu Hajar
mengatakan bahwa sikap
seperti itu adalah sikap
seorang yang meminta
dengan merendahkan diri
dan sikap seperti itu lebih
mengantarkan kepada
kekhusyu'an.
4. Mengarahkan
pandangan mata pada
tempat sujud. Dai Aisyah
r.a. Rasulullah s.a.w.
ketika sholat beliau
menundukkan kepalanya
dan pandangannya
tertuju ke tempat sujud.
(Hakim:sahih). Begitu
juga ketika beliau
memasuki Ka'bah beliau
tidak memalingkan
pandangannya
1. Sebagian ulama
melihat bahwa
meragamkan bacaan
sholat dapat
mengantarkan kepada
kekhusyu'an karena
menciptakan suasana
baru dalam
melaksanakan sholat.
Misalnya redaksi bacaan
doa iftitah, ruku', sujud,
I'tidal, duduk antara dua
sujud dan tashahhud ada
beberapa riwayat sahih
yang berbeda-beda.
Membacanya dengan
redaksi yang berbeda-
beda dapat mempersegar
suasana sholat dan
mengantarkan kepada
kekhusyu'an. Begitu juga
bacaan-bacaan surat
setelah fatihah dapat
dilakukan dengan variasi
ayat yang berbeda-beda.
2. Disunnahkan membaca
ta'awwudz ( ذوغأ هللاب نم
ناطيشلا ميجرلا ) ketika
merasakan ada gangguan
konsentrasi dalam sholat.
Konon ketika seorang
hamba hendak
melaksanakan sholat,
syetan menurunkan
pasukannya yang disebut
Khanzab untuk
mengganggu orang
sholat. Abi 'Ash r.a.
berkata kepada
Rasulullah, Wahai
Rasulullah syetan telah
mengganggu sholatnya
dan membolak balikkan
bacaannya, Rasulullah
bersabda: Itu syetan
bernama Khanzab kalau
kamu merasakannya
maka bacalah ta'wudz
lalu tiuplah ke kiri tiga
kali". Iapun
melakukannya dan syetan
tidak lagi
mengganggunya.
(Muslim). Rasulullah juga
mengingatkan: Kalau
kalian sholat maka
datanglah syetan
mengganggu kalian,
sehingga kalian lupa
hitungan rakaatnya.
Kalau kalian
merasakannya maka
sujudlah dua kali ketika
ia duduk (Bukhari).
Rasulullah juga
mengingatkan bahwa
Syetan datang kepada
kalian ketika sholat lalu
membuka tempat duduk
kalian, lalu ia
merekayasa agar dia
ragu apa kentut apa
tidak, kalau kalian
merasakan itu janganlah
membatalkan sholat
hingga dengar suara atau
mencium bau (Thabrani:
sahih). Bahkan konon
syetan juga menganggu
orang yang sholat dengan
isu-isu kebaikan seperti
masalah dakwah,
masalah sunnah, masalah
keilmuan dan politik agar
sholatnya tidak lagi
terfokus.
3. Bacalah cerita orang
solih terdahulu
bagaimana mereka
berkhusyu' dalam
sholatnya. Ali r.a. ketika
hendak sholat maka
mukanya berubah, lalu ia
ditanyai tentang itu,
beliau menjawab: datang
waktu ketika amanah
ditawarkan kepada
langit, bumi dan gunung-
gunung tapi mereka
menolak tapi aku kini
membawanya. Konon
mereka ketita sholat
memerah wajahnya
karena takut akan
menghadap Allah. Salah
seorang
4. Berdoa dalam sholat,
khususnya saat sujud.
Rasulullah s.a.w.
bersabda:"Kondisi paling
antara hamba dan
Tuhannya adalah saat
sujud, maka
perbanyaklah
doa" (Muslim).
5. Dzikir setelah sholat.
Setelah melaksanakan
sholatnya hendaknya
seorang hamba
melakukan dzikir selesai
sholat untuk memperkuat
dan menyempurnakan
sholatnya. Tentu saja
tidak hanya dzikir dalam
lisan tapi juga diresapi
makna dan
kandungannya.
Adapun perkara-perkara
yang mengganggu
kekhusyu'an adalah sbb:
1. Membersihkan tempat
sholat dari hal-hal yang
mengganggu konsentrasi
seperti gambar-gambar
dan ornamen yang
menarik perhatian orang
sholat. Aisyah r.a. pernah
mempunyai kelambu di
rumahnya berwarna-
warni, lalu Rasulullah
memintanya agar
menyingkirkan itu karena
itu mengganggu sholat
beliau. (Bukhari). Maka
hendaknya melakukan
sholat di tempat yang
jauh dari kebisingan dan
banyak orang lalu lalang,
tempat orang ngobrol,
apalagi tempat hiburan
dan bersenang-senang
karena itu akan
mengganggu kekhusyu'an
sholat. Begitu juga agar
lokasi sholat tidak terlalu
panas atau terlalu dingin.
Rasulullah s.a.w.
memerintahkan agar
para sahabat melakukan
sholat dhuhur saat cuaca
agak dingin.
2 Memakai pakaian yang
polos dan tidak banyak
warna. Karena itu akan
menarik pandangan
mushalli dan mengganggu
konsentrasinya dalam
sholat. Rasulullah pernah
sholat dan terganggu
dengan kelambu Aisyah
yang berwarna-warni lalu
beliau meminta untuk
menyingkirkannya.
(Bukhari dll.).
3.Hindari solat di waktu
makan. Rasulullah s.a.w.
bersabda"Tidak baik
sholat di hadapan
makanan" (Muslim).
Riwayat lain mengatakan
"Ketika maka malam
sudah siap dan datang
waktu sholat, maka
dahulukan makan
malam" (Bukhari).
4. Hindari menanah
buang air besar, kecil dan
angin. Rasulullah s.a.w.
melarang sholat sambil
menahan kencing (Ibnu
Majah:sahih). Riwayat
lain mengatakan bahwa
Rasululllah s.a.w.
bersabda kalau kalian
akan sholat dan ingin ke
wc maka pergilah ke wc
dulu (Abu Dawud:sahih).
5. Hindari sholat dalam
keadaan ngantuk berat.
Rasulullah s.a.w.
bersabda "Kalau kalian
sholat dan ngantuk maka
tidurlah hingga ia
mengerti apa yang
dikatakan" (Bukhari).
Riwayat lain dengan
tambahan: ditakutkan
ketika kalian ngantuk
dan melakukan sholat
maka ia tidak sadar
maunya meminta
ampunan Allah tapi
malah mengumpat
dirinya. (Bukhari)
6.Hindari sholat di
tempat yang kurang rata
atau kuarng bersih
karena itu akan
menganggu konsentrasi
saat sujud. Rasulullah
s.a.w. bersabda
"Janganlah kau
membersihkan tempat
sujudmu (dari kerikil)
saat sholat, kalau
terpaksa melakukannya
maka itu cukup sekali
(Abu Dawud:sahih).
7.Jangan membaca terlalu
keras sehingga
mengganggu orang sholat
di samping kita.
Rasulullah s.a.w.
bersabda "Ingatlah
bahwa kalian semua
menghadap Allah,
janganlah saling
mengganggu, jangan
membaca lebih keras dari
saudaranya dalam
sholat" (Abu Dawud:
sahih).
8. Jangan tengak-tengok
saat sholat. Rasulullah
s.a.w. mengingatkan
bahwa tengak-tengok
dalam sholat adalah
gangguan syetan.
(Bukhari). Dalam hadist
lain dikatakan "Allah
senantiasa melihat
hambanya saat sholat
selama ia tidak
menengok, kalau
menengok maka Allah
meninggalkannya" (Abu
Dawud: sahih).
9. Jangan melihat ke arah
atas. Rasulullah s.a.w.
pernah bersabda "Ada
orang-orang sholat
sambil menghadap ke
atas, mudah-mudahan
matanya tidak
kembali" (Ahmad:sahih).
10.menahan mulut ketika
ingin menguap. Sabda
Rasulullah s.a.w. Ketika
kalian menguap saat
sholat, maka tahanlah
sekuatnya karena syetan
akan masuk ke mulut
kalian" (Muslim).

Senin, 06 Desember 2010

bag.I BAGAIMANA AGAR SHOLAT BISA KHUSYU'.??

Secara Lughah khusyu ’
berarti rendah diri atau
mendekati rendah diri.
Menurut pengertian ini
khusyu ’ itu terdapat
pada suara penglihatan
ketenangan dan
kerendahdirian.
Sedangkan pengertian
khusyu ’ menurut syara’
adl rendah diri. Rendah
diri ini kadang-kadang
berada dalam hati dan
kadang-kadang berasal
dari anggota tubuh
seperti diam. Adapun
dalil yg menguatkan
bahwa khusyu ’ itu
pekerjaan hati adl hadis
Ali ra “Khusyu’ itu
berada dalam hati” hadis
“Sekiranya sanubari hati
orang ini khusyu niscaya
anggota tubuhnya
menjadi khusyu ” dan
hadis do’a mohon
perlindungan “..dan aku
mohon perlindungan
kepada-Mu dari sanubari
hati yg tidak khusyu. ”
Apakah khusyu’ dalam
salat itu wajib?Dalam
masalah ini ulama
berbeda pendapat.
Menurut al-Ghozali
khusyu ’ itu wajib. Beliau
menguraikan
argumentasinya secara
panjang lebar -untuk
menguatkan
pendapatnya- dalam
kitab ‘Ihyaa’ Ulumuddin’.
Akan tetapi menurut
Jumhur Ulama ’ khusyu’
itu tidak wajib. Bahkan
Imam an-Nawawi
mengklaim adanya Ijma’
yg tidak mewajibkan
khusyu ’. Hadis-Hadis yg
Menganjurkan Seseorang
agar Berlaku Khusyu ’
dalam Salatnya
Sesungguhnya
beruntunglah orang-
orang yang beriman
yaitu orang-orang yang
khusyu dalam sholatnya
dan orang-orang yang
menjauhkan diri dari
perbuatan dan
perkataan yang tiada
berguna (Al-Quran: Surat
Al-Mu`minun )
Rasulullah SAW
bersabda : Ilmu yang
pertama kali di angkat
dari muka bumi ialah
kekhusyuan. (HR. At-
Tabrani )
Ciri-ciri orang-orang
yang sholatnya khusyu:
1. Sangat menjaga
waktunya, dia
terpelihara dari
perbuatan dan
perkataan sia-sia apa
lagi maksiat. Jadi orang-
orang yang menyia-
nyiakan waktu suka
berbuat maksiat berarti
sholatnya belum
berkualitas atau belum
khusyu.
2. Niatnya ikhlas, jarang
kecewa terhadap pujian
atau penghargaan, dipuji
atau tidak dipuji, dicaci
atau tidak dicaci sama
saja.
3. Cinta kebersihan
karena sebelum sholat,
orang harus wudhu
terlebih dahulu untuk
mensucikan diri dari
kotoran atau hadast.
4. Tertib dan disiplin,
karena sholat sudah
diatur waktunya.
5. Selalu tenang dan
tuma`ninah, tuma`ninah
merupakan kombinasi
antara tenang dan
konsentrasi.
6. Tawadhu dan rendah
hati, tawadhu
merupakan
akhlaknyaRasulullah.
7. Tercegah dari
perbuatan keji dan
munkar, orang lain aman
dari keburukan dan
kejelekannya.
Modal mencapai shalat
khusyu antara lain:
Jadikan shalat sebagai
kebutuhan bukan
sekedar menggugurkan
kewajiban.
Ubahlah malas belajar
menjadi mau belajar,
pelajari dan fahami
kembali ilmu shalat.
Ubahlah shalat sebagai
sambilan menjadi ada
waktu khusus untuk
shalat.
Ubahlah kemalasan
menjadi kesungguhan
untuk melaksanakan
shalat dengan khusyu’.
Ubahlah kebiasaan
bermaksiat menjadi
kemauan untuk
bertaubat
Tahapan mencapai shalat
khusyu ’
1. Khusyu' Persiapan
a. Ketika mendengar
adzan, tanamkan selalu
dalam hati dan pikiran
bahwa kita butuh Allah
dan ingin berterimakasih
kepada-Nya.
b. Segera siapkan diri,
hati, pikiran dan waktu
untuk mengerjakan
shalat
c. Mulailah mengerjakan
wudhu’ dengan
sempurna
dan dengan penuh
ketenangan serta
kekhusyu ’an.
d. Persiapkan diri menuju
shalat dengan tenang.
Gunakan pakaian yang
bersih demikian pula
tempat shalat harus
bersih dan suci, serta
hindarkan hal-hal yang
dapat mengganggu
ketenangan dan
kekhsyu ’an shalat sperti:
non-aktifkan handy,
padamkan telvisi, radio
dll.
e. Khusus bagi laki-laki,
kerjakan shalat di masjid
atau mushalla.
2. Khusyu’ Gerakan
a. Mulailah berdiri tegak
menghadap kiblat
kemudian siapkan hati
dan pikiran untuk
menghadap Allah
kemudiaan berniatlah di
dalam hati.
b. Melakukan semua
gerakan shalat dengan
sempurna persis seperti
yang dicontohkan
Rasulullah.
c. Melakukan semua
gerakan dengan tenang
dan sempurna
d. Pandangan mata
tertuju pada tempat
sujud (tidak melirik atau
menoleh)
e. Tidak ada gerakan
tambahan lain seperti
mengaruk dll kecuali
diperlukan.
3. Khusyu ’ Bacaan
a. Bacalah bacaan shalat
dengan benar, jelas,
tartil (perlahan-lahan
dan tidak terburu-buru)
b. Terdapat jeda di
antara kalimat (do ’a
atau ayat-ayat Al-
Qur ’an)
c. Bacaan lirih (berbisik)
dan merendahkan suara,
artinya hanya terdengar
oleh telinga sndiri
d. Tidak ada ucapan atau
perkataan lain, selain
bacaan shalat, seperti
menjawab salam,
bergumam, dll.
4. Khusyu ’ Pikiran
a. Setiap mulut membaca
bacaan shalat maka hati
dan pikiran ikut
membacanya.
b. Pikiran dan perhatian
terpusat pada bacaan
dan gerakan shalat.
c. Berusaha memahami
makna bacaan
d. Tidak larut dalam
pikiran selain mengingat
Allah, gerakan dan
bacaan shalat.
5. Khusyu ’ Perasaan
a. Hayati dan resapi
setiap bacaan shalat
mulai dari takbir sampai
salam
b. Perbanyaklah
membaca tasbih pada
waktu ruku’ dan sujud
serta perbanyaklah doa
pada waktu sujud dan
sebelum shalam. Rasakan
seolah-olah sedang
berhadapan dan
berkomuniksi dengan
Allah.
c. Berusahalah
mengamalkan nilai-nilai
shalat (syarat, bacaan
dan gerakannya) dalam
kehidupan sehari-hari.
wallohu'alam

bag.II BAGAIMANA AGAR SHOLAT BISA KHUSYU'.??

Apakah makmum wajib
membaca al-Fatihah atau
tidak menjadi
perselisihan antar ulama.
Dalam hal ini mereka
terbagi menjadi tiga
golongan:
1. Imam Malik
berpendapat bahwa
makmum hendaknya
membaca al-Fatihah
ketika imam tidak
mengeraskan bacaannya,
yaitu ketika salat Dzuhur
dan Ashar. Sedangkan
salat-salat yang
disunnahkan untuk
mengeraskan bacaan
(Subuh, Mahgrib, Isyak)
makmum boleh tidak
membaca al-Fatihah.
2. Imam Abu Hanifah
berpendapat bahwa
makmum boleh tidak
membaca al-Fatihah di
dalam salat apa saja,
baik yang disunatkan
mengeraskan suara atau
tidak. Karena kedudukan
makmum mengikuti
imam.
3. Imam Syafi'i
berpendapat bahwa
makmum hendaknya
membaca al-Fatihah dan
surat-surat lain dalam
salat yang tidak
disunnahkan untuk
mengeraskan bacaannya
(Dzuhur dan Ashar).
Sedangkan untuk salat-
salat lain (Mahgrib,
Isyak, Subuh) hendaknya
membaca surat al-
Fatihah saja.
4. Imam Ahmad bin
Hanbal berpendapat
bahwa wajib hukumnya
bagi makmum membaca
surat al-Fatihah ketika ia
tidak mendengar bacaan
imam di dalam salat apa
saja (Subuh, Dzuhur,
Ashar, Maghrib, Isya').
Dan ia melarang bagi
makmum untuk
membaca surat al-
Fatihah apabila
mendengar imam
membacanya.
Perbedaan pendapat
diantara 4 ulama fiqh
diatas timbul dari
perbedaan interprestasi
atas empat hadis
Rasulullah yang
menerangkan kedudukan
makmum dan imam.
Empat hadis tersebut
adalah:
1. "Tidak ada salat bagi
orang yang tidak
membaca Ummul Kitab".
[Riwayat Ibu Huzaimah
dan Ibnu Hiban]
2. Ketika Rasulullah
selesai mengerjakan
salat "jahriyah" (salat
yang dikeraskan
bacaannya: Dzuhurdan
Ashar) beliau berkata:
"Adakah seseorang yang
membaca Fatihah ketika
salat tadi?" Maka
berkatalah seorang
lelaki:
"Saya ya Rasullullah."
Kemudian beliau
melarangnya. [Hadis
riwayat Malik dari Abu
Huroiroh]
3. Ubadah Ibnu Shomit
meriwayatkan ketika
nabi bersama para
sahabatnya telah
melakukan salat Dzuhur,
beliau berkata: "Aku
mendengar salah satu
dari kalian membaca
ayat-ayat al-Qur'an".
Para sahabat menjawab:
"Ya". Maka Nabi
berkata: "Janganlah
kalian membaca sesuatu
selain al-Fatihah".
4. Nabi berkata: "Apabila
kalian mendengar imam
membaca, maka diam
dan perhatikanlah
bacaannya".

bag.III BAGAIMANA AGAR SHOLAT BISA KHUSYU'.??

tinggal antum dari
mazhab mana yang
antum ikuti ? kalau
mazhab syafi'i berarti
anda kurang satu rokaat.
yahudi dan nasrani saat
ini harus mengikuti
ajaran Nabi Muhammad
SAW.walaupun mereka
sembah itu Tuhannya
sama. tapi meraka harus
mengikuti ajaran
NabiMuhammad. jika
tidak maka mereka tidak
diterima amal baiknya.

bag.IV BAGAIMANA AGAR SHOLAT BISA KHUSYU'.??

kalau anda ijtihad boleh
saja. tapi sebelum ijtihad
ada harus
kuasai.1.bahasa arab. 2.
menguasai alqu'an dan
tafsirnya. 3. menguasai
hadist.dan sanadnya. 4.
menguasi ilmu usul fiqih.
5. menguasai qias. 6.
menguasai ijma' ulama.
barulah anda bisa ijtihad.

Senin, 29 November 2010

APA DAN BAGAIMANA KHUSYU' ITU.??

“Maka Kami memperkenankan
doanya dan Kami anugerahkan
Kepada-Nya Yahya dan Kami jadikan
isterinya dapat mengandung.
Sesungguhnya mereka adl orang-
orang yg selalu bersegera dalam
mengerjakan perbuatan-perbuatan
yg baik dan mereka berdo’a kepada
kami dgn harap dan cemas dan
mereka adl orang-orang yg khusyu
kepada Kami. ” . alam Al-Qur’an kata
khusyu’ disebutkan sebanyak 17 kali
dalam bentuk kata yg berbeda.
Meskipun mayoritas tunjukannya
kepada manusia namun ada juga
sebahagian ayat yg menyatakan
bahwa khusyu ’ berlaku juga utk
benda-benda yg lain seperti gunung
dan bumi. Dengan adanya tunjukan
kepada selain manusia ini paling
tidak dapat dijadikan sebagai
‘ ramuan’ utk membakukan arti
khusyu’ yg sebenarnya.
Berdasarkan informasi Al-Qur’an
inilah akan dapat dijawab
seperangkat pertanyaan yg
berkaitan dgn masalah khusyu’ yaitu
bagaimana yg dikatakan khusyu’
apa syarat-syarat utk mendapatkan
khusyu ’ bagaimana cara menambah
ke khusyukan serta imbalan apa yg
diperoleh ketika seseorang sudah
berada dalam keadaan khusyu?
Pengertian Khusyu ’ Berdasarkan
informasi ayat-ayat Al-Qur’an yg
berkaitan dgn khusyu’ maka didapati
pengertian bermacam-macam yg
intinya tetap mengacu kepada
‘ merendahkan diri’. Bervariasinya
pengertian khusyu’ dalam Al-Qur’an
ini menunjukkan bahwa sifat
khusyu ’ tidak hanya berlaku dalam
satu koneks ibadah saja seperti
shalat akan tetapi bisa meluas
kepada berbagai aspek baik yg
berhubungan dgn ibadah maupun
yg non ibadah. Dengan demikian
sifat khusyu ’ adl sifat yg melekat
pada diri seseorang kapan dan
dimana saja dan tidak hanya
tertentu dalam konteks ibadah saja.
Dalam Q.S Thaha ayat 108 misalnya
disebutkan bahwa khusyu ’ ialah
merendahkan suara kepada Tuhan
Yang Maha Pemurah. Namun pada
Q.S. Fushshilat 39 diartikan dgn
tandus yaitu bumi yg kering tandus
dan bilamana disiramkan air ke
atasnya jadilah bumi itu bergerak
dan subur. Berlainan dari pengertian
kedua ayat di atas maka dalam Q.S
Al-Syura 45 dijelaskan bahwa arti
khusyu ’ ialah tunduk krn merasa
hina. Dalam ayat ini ditegaskan
bahwa orang-orang kafir yg digiring
ke dalam neraka akan tertunduk krn
merasa terhina sementara
pandangan mereka penuh dgn
kelesuan. Khusyu ’ dalam arti tunduk
krn merasa terhina dapat dijumpai
pada ayat-ayat yg lain. Selain tunduk
krn merasa malu maka terdapat
juga dalam ayat yg lain yaitu
tunduknya hati lantaran mengingat
Tuhan dan kebenaran yg
diturunkan-Nya seperti dalam Q.S
Al-Hadid ayat 16 begitu juga tunduk
disebabkan takut kepada Allah
sebagaimana dalam Q.S Al-Hasyar
21. Berdasarkan informasi ayat-ayat
di atas tentang makna khusyu ’ maka
dapat ditarik suatu kesipulan bahwa
makna khusyu ’ terbagi kepada dua
yaitu yg bersifat lahiriyah dan
bathiniyah. Dalam konteks lahiriyah
dapat dilihat melalui pandangan
mata seperti gersangnya bumi dan
lesunya wajah orang-orang kafir
sementara yg bersifat bathiniyah
yaitu tidak dapat dijangkau melalui
inderawi krn arti khusyu ’ dalam
konteks ini berhubungan dgn
masalah hati yg tunduk ketika
mengingat Tuhan. Dengan demikian
pengertian khusyu ’ ialah rendahnya
hati kepada Tuhan dan baiknya
tindakan dan prilaku kepada sesama
makhluk. Syarat-syarat Untuk
Khusyu ’ Adapun syarat utk berlaku
khusyu’ sebagaimana ditegaskan
dalam Q.S. Al-Baqarah ayat 45 dan
46 ialah adanya suatu keyakinan
akan menemui Tuhan dan akan
kembali kepada-Nya. Adanya
keyakinan akan berjumpa dgn
Tuhan utk
mempertanggungjawabkan
seseorang utk berlaku khusyu’ krn
yg terjalin di benaknya ialah adanya
kekhawatiran ketika menghadap Zat
Yang Mahakuasa ini. Dengan
demikian segala aktifitasnya di dunia
selalu dilandasi atas keridhaan Tuhan
dan dalam situasi yg seperti inilah
berlaku kekhusyukan baginya. Selain
berjumpa dgn Tuhan yg meyakini
bahwa suatu suatu saat pasti akan
kembali kepada-Nya. Sedangkan
dalam Q.S. Ali Imran 199 dijelaskan
bahwa syarat utk menggapai tingkat
khusyu’ ialah tidak
memperjualbelikan ayat-ayat Tuhan
dgn harga yg murah. Maksudnya
tidak memanifulasi ayat-ayat Tuhan
gara-gara ingin merebut kedudukan
dan kegemerlapan duniawi krn
dunia ini sedikitpun tidak ada
harganya pada sisi Tuhan.
Penegasan ayat ini menunjukkan
bahwa khusyu ’ baru dapat digapai
dgn syarat bilamana ayat-ayat
Tuhan tidak pernah digelintir unuk
kepentingan duniawi. Selanjutnya
syarat utk menggapai predikat
khusyu ’ ialah bersegera
mengerjakan kebaikan sebagaimana
diinformasikan melalui Q.S. Al-
Anbiya ’ ayat 90. Artinya dalam hal
kebaikan tidak pernah menunda-
nunda waktu dan senantiasa merasa
terpanggil utk melakukannya baik
dalam keadaan senang maupun
dalam keadaan susah. Perlakuan
dan sikap yg seperti ini dijadikan
sebagai syarat utk mendaki puncak
khusyu ’ krn perbuatan baik adl
symbol dari sifat-sifat Tuhan.
Berdasarkan informasi ini dapat
diketahui bahwa utk mendapatkan
nilai khusyu ’ maka seseorang harus
memenuhi kriteria-kriteria
sebagaimana yg digambarkan oleh
ayat-ayat di atas. Oleh krn itu
khusyu ’ tidak akan datang dgn
sendirinya kecuali setelah seseorang
dapat memenuhi persyaratan dgn
baik sebagaimana yg telah
diungkapkan dan sangat tipis
harapan bila prediket khusyu ’ akan
didapat bila hanya sekadar berbekal
do ’a. Cara Meningkakan Khusyu’ dan
Imbalannya Setelah seseorang
menempuh persyaratan utk
mendapatkan nilai khusyu ’ maka
langkah berikutnya ialah
meningkatkan kualitas khusyu’ yg
sudah diperoleh. Dengan demikian
nilai khusyu ’ yg didapatkan oleh
berfluktuasi adakalanya menurun
dan adakalanya bisa naik dan
bahkan bisa pupus sama sekali.
Upaya-upaya yg harus dilakukan utk
menambah nilai kekhusyukan ini
tetap saja mengacu kepada
informasi Al-Qur’an. Dalam Q.S. Al-
Isra’ 107-110 digambarkan upaya-
upaya yg harus ditempuh oleh
seseorang guna meningkatkan
kualitas khusyu ’ yg sudah
diperolehnya. Termasuk ke dalam
upaya meningkatkan kualitas
khusyu ’ ini ialah beriman kepada Al-
Qur’an dan membacanya sambil
menyungkur dan bersujud serta
memuji Tuhan dgn penuh linangan
air mata dan meminta kepada-Nya
melalui nama-nama-Nya yg baik .
Redaksi ini tidak bisa dipahami
secara letterlick yg semua orang
bisa saja melakukan hal yg seperti
ini akan tetapi berat dugaan bahwa
yg dimaksud dengannya ialah
menjadikan Al-Qur ’an sebagai
pedoman dan petunjuk dalam
segala lini kehidupan. Bagi orang-
orang yg sudah mampu meraih
kekhusyukan khususnya dalam
sahalat dapat dipastikan akan meraih
kemenangan sebagaimana yg
disebutkan dalam Q.S. Al-
Mukminun 1-2. Kemenangan ini
tidak hanya sebatas urusan ukhrawi
saja akan tetapi berlaku bagi segala
bentuk kemenangan di dunia krn
orang-orang yg khusyu ’ senantiasa
bersikap rendah diri. Sikap rendah
diri inilah yg mengantarkannya utk
disenangi oleh orang-orang yg
berada di sekitarnya. Selanjutnya
ditegaskan pula bahwa orang-orang
yg khusyu ’ akan mendapat imbalan
dari Tuhan berupa ampunan dan
pahala yg besar sebagaimana
ditegaskan dalam Q.S. Al-Ahzab 35.
Dengan demikian dapat diasumsikan
bahwa orang-orang yg khusyu ’
akan mendapat tempat yg mulai
baik di dunia maupun di akhirat.
Justru itu tidak ada pilihan lain guna
meningkatkan harkat dan martabat
kita kecuali menghiasi diri kita dgn
sifat khusyu ’ meskipun kita
termasuk orang yg paling pintar
kaya gagah dan sebagainya.
Berdasarkan informasi ayat-ayat Al-
Qur ’an di atas maka dapat dipahami
bahwa khusyu’ adl anugerah Tuhan
yg didapati perjuangan panjang dgn
menempuh seperangkat
persyaratan-persyaratan
sebagaimana yg telah digambarkan
oleh Al-Qur ’an dan sama sekali tidak
akan datang dgn sendirinya kecuali
setelah manusia berupaya utk
menggapainya.