Sejauh ini, berbagai
literatur sejarah Islam,
tidak ditemukan satupun
penjelasan yang
menyebutkan bahwa (Isa
Al Maseh) pernah
melakukan sujud (sholat)
kepada Allah SWT.
Barangkali peristiwa itu
ada, namun informasi itu
belum sampai ke saya
dan mungkin juga anda?
Yang jelas, adalah Isa Al
Maseh. Salah satu Nabi
yang termasuk sebagai
ulul azmi, sebagai mana
Nabi Nuh, Nabi Ibrahim,
Nabi Musa dan
Muhammad SAW. Kelima
Nabi tersebut memiliki
pengaruh dalam sejarah
pembentukan peradaban
ummat manusia.
Lebih jauh, di dalam
riwayat yang bersumber
dari Ahlul Bait as,
disebutkan bahwa Allah
SWT telah mengutus
sebanyak 124.000 Nabi.
Mulai dari Nabi Adam As
hingga Nabi Muhammad
SAW. Angka ini
terkonfirmasi melalui
penyebutan nama-nama
yang termuat dalam
berbagai kitab agama
Samawi: Al Qur ’an, Injil,
Zabur, Taurat dan
lainnya.
Selain itu, referensi Ahlul
Bait As, menjelaskan
sebagian dari ribuan Nabi
dimaksud, sekitar 313
Nabi mencapai derajat
ar-risalah (kerasulan).
Sementara sisanya
menempati posisi sebagai
Nabi dalam pengertian
memiliki sifat: an-nadzir
atau al-mundzir (pemberi
ancaman), al-basyir atau
al-mubasysyir (pemberi
harapan). Dan mereka
termasuk as-shalihin
(orang-orang soleh) dan
al-mukhlashin (orang-
orang yang dituluskan
oleh Allah)… baca
Lebih khusus tentang
“ Nabi isa” atau terkenal
dalam oleh Al Qur’an
dengan penyebutan Isa
ibnu Maryam, memiliki
keistimewaan tersendiri.
Namanya disebutkan
sebanyak kurang lebih 25
kali, dan Ia mendapat
gelar dari Allah dengan
julukan Ruh Allah (roh
kudus). Sebuah gelar
yang menjelaskan
tentang peristiwa
pengangkatannya
sebagai utusan Allah,
akibat dari penolakan
dan upaya pembunuhan
atas dirinya yang
dilakukan oleh Bani Israil.
Kewajiban puasa bukan
hanya diberikan kepada
Ummat Nabi Muhammad
Saw saja tapi dari ummat
sebelum dibangkitkannya
Nabi Muhammad Saw pun
sudah ada perintah
berpuasa seperti Firman
Allah Swt mengatakan :
Hai orang-orang yang
beriman, diwajibkan atas
kamu berpuasa
sebagaimana diwajibkan
atas orang-orang
sebelum kamu agar kamu
bertakwa ( Al Baqarah
183 ).
15 September jam 16:08 ·
Suka · Hapus
Missy Elle satu gy
pa'ustad..
bgmna mereka
melakukan ibadah'y?
sedangka solat saja
mereka belum tahu..
apakah kitab suci
sebelum alQuranul karim
berbahasa arab??
terima kasih p'ustad atas
p'cerahan'y..
15 September jam 22:06 ·
Suka · Hapus
Tanya Jawab Masalah
Islam Taurat (Torah)
Taurat adalah tulisan
berbahasa Ibrani,
berisikan syariat (hukum)
dan kepercayaan yang
benar dan diturunkan
melalui Musa. Isi pokok
Taurat adalah 10 firman
Allah bagi bangsa Israel.
Selain itu, Taurat
berisikan tentang sejarah
nabi-nabi terdahulu
hingga Musa dan
kumpulan hukum.
“ (Tuhan Allah) telah
menurunkan kitab
kepadamu dengan
sebenarnya;
membenarkan kitab yang
terdahulu dari padanya,
lagi menurunkan Taurat
dan Injil. ”—(Ali Imran: 3)
[sunting] Zabur (Mazmur)
Zabur berisi mazmur
(nyanyian pujian bagi
Allah) yang dibawakan
melalui Daud yang
berbahasa Qibti. Kitab ini
tidak mengandung
syariat, karena Daud
diperintahkan untuk
meneruskan syariat yang
telah dibawa oleh Musa.
“ Dan kami telah
memberi kitab zabur
kepada Nabi Dawud. ”
—(An-Nisa; 163)
Injil pertama kali ditulis
menggunakan bahasa
Suryani melalui murid-
murid Isa untuk bangsa
Israel sebagai penggenap
ajaran Musa. Kata Injil
sendiri berasal dari
bahasa Yunani yaitu
euangelion yang berarti
"kabar gembira". Injil-
injil tidak mempunyai
pembahasan sistematis
mengenai satu tema atau
tema-tema tertentu,[3]
meskipun di dalamnya
banyak membahas hal
kerajaan Surga. Injil yang
ada saat ini mengandung
firman Allah dan riwayat
Isa, yang semuanya ditulis
oleh generasi setelah Isa.
“ Dan Kami iringkan jejak
mereka (nabi nabi Bani
Israil) dengan 'Isa putera
Maryam, membenarkan
Kitab yang sebelumnya,
yaitu: Taurat. Dan Kami
telah memberikan
kepadanya Kitab Injil
sedang didalamnya (ada)
petunjuk dan dan cahaya
(yang menerangi), dan
membenarkan kitab yang
sebelumnya, yaitu Kitab
Taurat. Dan menjadi
petunjuk serta
pengajaran untuk orang-
orang yang bertakwa.
”( Al-Maa`idah 5:46)
Al-Qur`an merupakan
kumpulan firman yang
diberikan Allah sebagai
satu kesatuan kitab
sebagai pedoman hidup
bagi seluruh umat
muslim. Menurut syariat
Islam, kitab ini
dinyatakan sebagai kitab
yang tidak ada keraguan
di dalamnya, selalu
terjaga dari kesalahan,
dan merupakan tuntunan
membentuk ketaqwaan
manusia.
“ Pada bulan Ramadhan
yang didalamnya
diturunkan Al-Qur’an
sebagai petunjuk bagi
manusia. ”—(Al-Baqarah:
185)
Tampilan Al-Qur`an
dianggap unik, karena
berupa prosa berirama,
puisi epik, dan simfoni
dalam keterpaduan teks
yang indah. Isi Al-Qur`an
juga dianggap unik,
berupa paduan filsafat
semesta, catatan sejarah,
peringatan-peringatan
dan hiburan, dasar-dasar
hukum, serta doa-doa.
Bagi umat Islam, tidak
disyariatkan untuk
mempelajari isi Taurat,
Zabur, dan Injil yang ada
saat ini, karena menurut
ajaran Islam, dianggap
telah mengandung
berbagai tafsiran yang
tidak benar[4] dan
karena isi kesemua kitab
yang masih diperlukan,
telah dimasukkan ke
dalam kitab Al-Qur`an.
Namun tidak diperlukan
juga upaya untuk
menyerang atau
menyalah-nyalahkan isi
Taurat, Zabur, atau Injil,
karena terdapat ayat-
ayat Allah di dalamnya.
[sunting] Semua kitab
turun pada bulan
Ramadhan
Menurut sumber
berdasarkan hadits
shahih dari Imam Ahmad,
kesemua kitab-kitab suci
tersebut turun pada
bulan Ramadhan, shuhuf
Ibrahim turun pada awal
malam pertama bulan
Ramadhan, Taurat turun
pada hari keenam bulan
Ramadhan dan Injil pada
hari ketiga belas dari
Ramadhan.[5] Al-Qur’an
diturunkan pada bulan
Ramadhan berdasarkan
pada salah satu surah
didalam Al Qur'an yang
berbunyi,
“ Bulan Ramadhan yang
diturunkan di dalamnya
Al-Qur ’an, sebagai
petunjuk bagi manusia
dan penjelasan atas
petunjuk itu, serta
pemisah antara haq dan
batil. ”(Al Baqarah 2:185)
Ibnu Katsir mengatakan
bahwa Allah menyanjung
bulan Ramadhan diatas
bulan-bulan yang lain,
yaitu dengan memilihnya
sebagai bulan dimana
kesemua kitab-kitab suci
diturunkan di dalamnya.
16 September jam 3:25 ·
Suka · Hapus
Missy Elle satu lg
p'ustad..
apakah dr kesemua kitab
sblm alqur'an tsb msh ada
yg asli'y??
16 September jam 10:23 ·
Suka · Hapus
Tanya Jawab Masalah
Islam Kitab diturunkan
pada Nabi Isa a.s dalam
bahasa Yahudi Kuno
(Ibrani)
Kitab pertama yang asli
telah dimusnahkan oleh
Paulus dari pihak Gereja
Pauline pada 325 M.
Semua naskah Injil yang
bertentangan dengan Injil
resmi kerajaan Romawi
saat itu dibakar. Siapa
saja yang memiliki
salinan naskah asli
dihukum mati.Kitab Injil
tertua saat ini ada dalam
bahasa Yunani Kuno,
bukan Yahudi kuno
(Ibrani).Inilah yang
menyebabkan kitab
tersebut mengandung
banyak pertentangan dan
perbedaan yang serius
dan nyata. Pengumpul-
pengumpul kitab tersebut
juga tidak hidup semasa
zaman Nabi Isa atau
tatkala Nabi Isa masih
hidup. Kebanyakan
mereka lahir selepas
20-40 tahun setelah
peristiwa pengangkatan
nabi isa..
Kitab Perjanjian Baru ini
baru ada semasa
persidangan Nicea pada
tahun 325 M di mana
semua ketua gereja
berkumpul untuk
menentukan kembali isi
kitab Injil.
Sejumlah 27 risalah saja
dari sekian banyak
risalah ditentukan
sebagai yang betul,
setelah itu 27 risalah ini
dijilidkan menjadi kitab
Perjanjian Baru.
Injil Matius
Nama Injil Matius diambil
dari nama pendeta
Matius dari gereja
Alexandria Mesir dalam
bahasa Hebrew.
Matius dipercayai
sebagai orang pertama
yang menghasilkan
risalah kandungan
sejarah.
Hasil karangan Matius ini
dikarang 20--27 tahun
setelah Nabi Isa tiada.
Bahkan kitab asli
karangan Matius sendiri
telah hilang, ini diakui
sendiri oleh umat
Kristian.
Setelah itu injil dalam
Bahasa Yunani dijumpai,
dan dikatakan sebagai
Injil karangan Matius.
Banyak tokoh Kristian
menolak pendapat bahwa
Injil ini merupakan
karangan Matius, tetapi
sebaliknya merupakan
karangan gurunya,
Petrus.
Injil Lukas
Injil Lukas diambil dari
nama pendeta Lukas dari
tahun 25--30 M.
Lukas juga tidak pernah
bertemu Nabi Isa.
Banyak tokoh Kristian
sendiri mengakui bahwa
Injil karangan Lukas
merupakan fakta palsu
yang bukan merupakan
ajaran Nabi Isa.
SebenarnyaLukas
mengarang injil ini
disebabkan tekanan
gereja waktu itu.Begitu
juga dengan Markus dan
Yahya. kesemuanya tidak
pernah hidup sezaman
dengan Nabi Isa.
Injil Yahya
Kitab Injil Yahya diambil
dari nama pendeta Yahya
atau lebih dikenal
sebagai Yohanes. Beliau
merupakan putera
saudara perempuan
Maryam yaitu ibu Nabi
Isa. Yahya mengarang
injilnya dalam bahasa
Yunani antara tahun
45--65 M.
Banyak pendeta
meragukan kandungan
Injil Yohanes ini.
Bahkan Encyclopedia
Britanica menegaskan
bahwa Injil yahya tidak
syak lagi di karang oleh
seorang mahasiswa
Institusi Iskandariah dan
bukannya karangan
Yahya.
Menurut perkiraan para
ahli sejarah, kitab Injil
yang masih asli belum
diikuti campur tangan
para pendeta, masih ada
hingga 325 M.
Setelah tahun 325 M,
kitab ini mulai dinodai
oleh Raja Konstantin Rom
pada Persidangan Nicea.
Karena semasa
persidangan ini terdapat
perdebatan dan
pertentangan pendapat
mengenai ketuhanan dan
kenabian Isa, perdebatan
dalam ajaran pokok,
akidahnya.
Satu pendapat (Golongan
Arius) mengatakan
bahwa Nabi Isa hanyalah
seorang manusia dan
Nabi yang membawa
ajaran agama dari Tuhan.
Satu pihak lagi
mengatakan bahwa Nabi
Isa ialah "anak Tuhan".
Dalam persidangan
Nicea, beberapa Doktrin
diperkenalkan,
diantaranya Doktrin
Trinitas dan Doktrin
Penebusan Dosa. Konsep
Trinitas sebenarnya telah
direka oleh Athanasius,
seorang pegawai Gereja
Mesir dari Iskandariah,
diterima oleh Majelis
Nicaea pada 325 M.
Konsep Trinity [KeEsaan
Tiga] ini serupa filsafat
Plato, kepercayaan
Yunani,Neo "Platonisme"
yang mempercayai "Tiga
Kekuatan".
Doktrin trinitas tertulari
kepercayaan Yunani kuno
ini. Trinity yang di
pelopori oleh Paulus
merupakan ajaran agama
Yunani- Romawi, yaitu
kerajaan yang berkuasa
di Rom pada masa itu.
Jadi paham trinitas dari
Katolik Roma atau pun
aliran kristen yang lain
jelas merupakan hasil
proses masuknya ajaran
lain dalam ajaran Isa, dan
bukannya ajaran asli Nabi
Isa sendiri
Mulai tahun 1582 di
Rheims, Bible
diterjemahkan dari
bahasa Latin berdasarkan
Bible Versi Tyndale. (Yang
digunakan Gereja Katolik
Rom) juga dikenali
sebagai Roman Katolik
Version. Ini merupakan
versi bible yang tertua
yang dikenal.
Versi penulisan ulang ini
kini dinamakan King
James Version (KJV) yaitu
dengan tidak
memasukkan 7 buku kecil
(bab). Versi ini
selanjutnya dirilis ulang
pada tahun 1881 dan
diperbaharui pada tahun
1952 dan 1971. kedua
Versi terakhir ini
dinamakan Revised
Standard Version (RSV).
Collin yaitu percetakan
yang mengeluarkan
Revised Standard Version
( RSV ) melaporkan
bahwa :
"Meskipun begitu, Versi
Raja James memiliki
cacatan-cacat yang
serius, dan cacat ini ada
terlalu banyak dan
terlalu serius sehingga
satu penulisan ulang
masih benar-benar
diperlukan."
Umat Kristian sendiri ada
yang secara jujur dan arif
mengakui bahwa Injil
telah dinodai oleh tangan
mereka sendiri.
16 September jam 14:51 ·
Suka · Hapus
Tanya Jawab Masalah
Islam Taurat adalah kitab
yang diturunkan Allah
SWT kepada Nabi Musa
as. khusus bagi Bani Israil.
Dalam al-Qur ’an kita
mengetahui jika
kemudian bangsa ini lebih
condong kepada Samiri
dengan patung sapi
betina buatannya
ketimbang kepada Musa
a.s. Walau Musa a.s. telah
menolong mereka dari
kejaran Firaun dengan
balatentaranya, namun
Bani Israil tetap saja
mendurhakai Allah SWT.
Dari banyak buku sejarah
tentang Yahudi atau Bani
Israil, disebutkan jika
para tetua mereka, para
Rabbi Yahudi, telah
merusak dan bahkan
membuang Taurat dan
menggantikannya dengan
kitab Talmud yang
dikatakannya sebagai
perintah Tuhan Yahweh
yang tidak sempat
dicatat oleh Musa a.s.
Padahal Talmud
merupakan cerita-cerita
kosong, berbagai
kedustaan, dan hal-hal
yang sama sekali jauh
dari nilai-nilai kesucian,
bahkan mengandung
banyak pemujaan
terhadap ajaran iblis.
Sebab itu, para peneliti
Talmud, di antaranya
Prof. Ahmad Syarqawy
dari Mesir, menegaskan
jika Talmud merupakan
kitab hitam alias kitab
yang berasal dari ajaran
Lucifer, Sang Pengeran
Kegelapan.
Kitab Talmud merupakan
kitab iblis yang menjadi
cikal bakal keyakinan
Zionisme yang sangat
rasialis. Kitab ini sampai
sekarang menjadi buku
yang paling disucikan
oleh kaum Zionis-Yahudi.
Dalam peperangan
melawan Hizbullah tahun
2006, foto-foto para
tentara Israel yang
membaca Talmud
sembari menembakkan
meriam tersebar ke
mana-mana.
Sekarang, masih adakah
orang-orang Yahudi yang
masih memegang erat
Taurat sebagaimana
Taurat asli yang diterima
Nabi Musa a.s. dari Allah
SWT? Jawaban pastinya
sangat sulit. Karena
dewasa ini tidak ada satu
pun otoritas sejarawan
yang bisa menunjukkan
mana Taurat yang asli
dan mana Taurat yang
isinya sudah dirusak di
sana-sini oleh para Rabbi
Yahudi. Allah SWT sendiri
telah menjamin hanya
kitab suci al-Qur ’an yang
keasliannya dijaga hingga
akhir zaman. Hal ini
berarti kitab-kitab
lainnya sama sekali tidak
bisa dipastikan asli atau
tidak.
Terhadap Talmud dan
Zionisme, di Amerika dan
Inggris, juga di beberapa
negara Eropa, terdapat
komunitas Yahudi Neturei
Karta yang mengklaim
sebagai orang-orang
Yahudi yang masih
memegang erat Taurat
dan menganggap talmud
dan Zionisme sebagai
pengkhianatan terhadap
Taurat Musa. Komunitas
ini seringkali melakukan
aksi unjuk rasa
menentang kebiadaban
tentara Israel bersama-
sama dengan berbagai
elemen kemanusiaan
yang tersebar di berbagai
belahan dunia. Untuk
lebih memahami gerakan
Yahudi Neturei Karta,
bisa kita lihat di situs
resmi mereka
( www.nkusa.org) yang
mengklaim sebagai
“ Orthodox Jew United
Against Zionism”.
Juga ada orang-orang
berdarah Yahudi yang
telah meninggalkan
keyakinan Yahudi-nya
dan memeluk Islam,
seperti halnya Margareth
Marcus yang kini dikenal
sebagai Maryam Jamilah
yang tinggal di Amerika
dan menjadi salah satu
penulis garda terdepan
dalam dakwah Islam di
sana
16 September jam 15:02 ·
Suka · Hapus
Tanya Jawab Masalah
Islam Ummat Islam
diharuskan beriman
kepada 4 kitab suci.
Yaitu:
* Kitab Zabur yang
diturunkan kepada Nabi
Dawud (salam kami
kepadamu wahai Nabi
Dawud).
* Kitab Taurat yang
diturunkan kepada Nabi
Musa (salam kami
kepadamu wahai Nabi
Musa).
* Kitab Injil yang
diturunkan kepada Nabi
Isa (salam kami
kepadamu wahai Nabi
Isa).
* Kitab Al-Qur’an yang
diturunkan kepada Nabi
Muhammad (sholawat
dan salam kami
kepadamu wahai Nabi
Muhammad).
wallohu'alam bisawab
Senin, 27 Desember 2010
APAKAH PARA NABI TERDAHULU MENGERJAKAN SHOLAT.??
SHOLAT DLUHA APAKAH HARUS DENGAN SURAT DLUHA ATAU BISA DENGAN LAINNYA.??
* “Barang siapa shalat
Dhuha 12 rakaat, Allah
akan membuatkan
untuknya istana
disurga ” (H.R. Tirmiji dan
Abu Majah)
* “Siapapun yang
melaksanakan shalat
dhuha dengan langgeng,
akan diampuni dosanya
oleh Allah, sekalipun dosa
itu sebanyak buih di
lautan. ” (H.R Tirmidzi)
* “Dari Ummu Hani
bahwa Rasulullah SAW
shalat dhuha 8 rakaat
dan bersalam tiap dua
rakaat. ” (HR Abu Daud)
* “Dari Zaid bin Arqam ra.
Berkata,”Nabi SAW
keluar ke penduduk Quba
dan mereka sedang
shalat dhuha ‘. Beliau
bersabda,?Shalat
awwabin (duha ‘) berakhir
hingga panas menyengat
(tengah hari). ” (HR
Ahmad Muslim dan
Tirmidzi)
* “Rasulullah bersabda di
dalam Hadits Qudsi, Allah
SWT berfirman, “Wahai
anak Adam, jangan
sekali-kali engkau malas
mengerjakan empat
rakaat shalat dhuha,
karena dengan shalat
tersebut, Aku cukupkan
kebutuhanmu pada sore
harinya. ” (HR Hakim &
Thabrani)
* ““Barangsiapa yang
masih berdiam diri di
masjid atau tempat
shalatnya setelah shalat
shubuh karena
melakukan i ’tikaf,
berzikir, dan melakukan
dua rakaat shalat dhuha
disertai tidak berkata
sesuatu kecuali kebaikan,
maka dosa-dosanya akan
diampuni meskipun
banyaknya melebihi buih
di lautan. ” (HR Abu Daud)
Mengenai bacaan, tidak
ada keterangan dari
Rasulullah mengenai
surat tertentu yang harus
dibaca ketika shalat
Dhuha. Kita dipersilahkan
membaca surat apa pun
sesuai dengan
kemampuan dan
keinginan kita. Kita
diperkenankan untuk
membaca surat Asy-
Syams, Adh-Dhuha, atau
surat-surat lain yang
menjadi favorit atau
pilihan.
Allah berfirman,
“ ...Bacalah apa yang
mudah (bagimu) dari Al-
Quran …” (Q.S. Al-
Muzzammil [73]: (20).
Dhuha 12 rakaat, Allah
akan membuatkan
untuknya istana
disurga ” (H.R. Tirmiji dan
Abu Majah)
* “Siapapun yang
melaksanakan shalat
dhuha dengan langgeng,
akan diampuni dosanya
oleh Allah, sekalipun dosa
itu sebanyak buih di
lautan. ” (H.R Tirmidzi)
* “Dari Ummu Hani
bahwa Rasulullah SAW
shalat dhuha 8 rakaat
dan bersalam tiap dua
rakaat. ” (HR Abu Daud)
* “Dari Zaid bin Arqam ra.
Berkata,”Nabi SAW
keluar ke penduduk Quba
dan mereka sedang
shalat dhuha ‘. Beliau
bersabda,?Shalat
awwabin (duha ‘) berakhir
hingga panas menyengat
(tengah hari). ” (HR
Ahmad Muslim dan
Tirmidzi)
* “Rasulullah bersabda di
dalam Hadits Qudsi, Allah
SWT berfirman, “Wahai
anak Adam, jangan
sekali-kali engkau malas
mengerjakan empat
rakaat shalat dhuha,
karena dengan shalat
tersebut, Aku cukupkan
kebutuhanmu pada sore
harinya. ” (HR Hakim &
Thabrani)
* ““Barangsiapa yang
masih berdiam diri di
masjid atau tempat
shalatnya setelah shalat
shubuh karena
melakukan i ’tikaf,
berzikir, dan melakukan
dua rakaat shalat dhuha
disertai tidak berkata
sesuatu kecuali kebaikan,
maka dosa-dosanya akan
diampuni meskipun
banyaknya melebihi buih
di lautan. ” (HR Abu Daud)
Mengenai bacaan, tidak
ada keterangan dari
Rasulullah mengenai
surat tertentu yang harus
dibaca ketika shalat
Dhuha. Kita dipersilahkan
membaca surat apa pun
sesuai dengan
kemampuan dan
keinginan kita. Kita
diperkenankan untuk
membaca surat Asy-
Syams, Adh-Dhuha, atau
surat-surat lain yang
menjadi favorit atau
pilihan.
Allah berfirman,
“ ...Bacalah apa yang
mudah (bagimu) dari Al-
Quran …” (Q.S. Al-
Muzzammil [73]: (20).
BAGAIMANA CARA KHUSYU'.??
Secara Lughah
khusyu’ berarti rendah
diri atau mendekati
rendah diri. Menurut
pengertian ini khusyu’ itu
terdapat pada suara
penglihatan ketenangan
dan kerendahdirian.
Sedangkan pengertian
khusyu ’ menurut syara’
adl rendah diri. Rendah
diri ini kadang-kadang
berada dalam hati dan
kadang-kadang berasal
dari anggota tubuh
seperti diam. Adapun
dalil yg menguatkan
bahwa khusyu ’ itu
pekerjaan hati adl hadis
Ali ra “Khusyu’ itu berada
dalam hati” hadis
“Sekiranya sanubari hati
orang ini khusyu niscaya
anggota tubuhnya
menjadi khusyu ” dan
hadis do’a mohon
perlindungan “..dan aku
mohon perlindungan
kepada-Mu dari sanubari
hati yg tidak khusyu. ”
Apakah khusyu’ dalam
salat itu wajib?Dalam
masalah ini ulama
berbeda pendapat.
Menurut al-Ghozali
khusyu ’ itu wajib. Beliau
menguraikan
argumentasinya secara
panjang lebar -untuk
menguatkan
pendapatnya- dalam
kitab ‘Ihyaa’ Ulumuddin’.
Akan tetapi menurut
Jumhur Ulama ’ khusyu’
itu tidak wajib. Bahkan
Imam an-Nawawi
mengklaim adanya Ijma’
yg tidak mewajibkan
khusyu ’. Hadis-Hadis yg
Menganjurkan Seseorang
agar Berlaku Khusyu ’
dalam Salatnya .
Dari Anas ra bahwa
Rasulullah saw bersabda
“ Apabila hidangan makan
malam telah disiapkan
maka mulailah
menyantap makanan itu
sebelum anda salat
Maghrib ” .
Hadis tersebut menurut
Jumhur Ulama ’
menunjukkan sunnahnya
mendahulukan makan
malam atas salat. Karena
hal itu akan bisa
mengarahkan seseorang
berkonsentrasi dalam
salatnya. Bahkan
menurut ulama yg lain
agar sanubari hati itu
tidak tergoda dgn
makanan yg sudah
tersediakan tersebut. Di
samping itu ada beberapa
atsar sahabat yg
menjelaskan tentang
ta ’lil dilarangnya
mendahulukan salat
ketika makanan sudah
dihidangkan. Di
antaranya adl atsar yg
dikeluarkan oleh Ibnu
Abu Syaibah dari Abu
Hurairah dan Ibnu Abbas
“ Bahwa keduanya pernah
sedang makan sementara
didapur api nya masih
terdapat daging yg
sedang dibakar lalu
sahabat yg melakukan
adzan tersebut ingin
melakukan iqamah utk
salat tiba-tiba Ibnu Abbas
berkata kepadanya
‘ Jangan terburu-buru’
kita tidak melakukan
salat selama dalam hati
kita masih ingat
sesuatu . ” Dalam riwayat
yg lain disebutkan
“ Supaya tidak
memalingkan perhatian
kita dalam salat. ”
Disebutkan pula dari
Hasan bin Ali as bahwa
dia berkata “Makan
malam sebelum salat itu
bisa menghilangkan jiwa
yg suka mencela . ” Jika
waktu salat tinggal
sedikit apakah
disunnahkan pula
mendahulukan makan
atas salat? Kesunnahan
seperti itu dilakukan
apabila waktu salat
masing panjang. Namun
jika waktu salat tinggal
sedikit maka menurut
Jumhur Ulama ’ dia
mendahulukan salat atas
makan. Hal ini
dimaksudkan utk
menjaga waktu salat
agar tidak lewat.
Kandungan Hadis Dari
hadis no. 2 di atas bisa
ditarik kesimpulan
sebagai berikut a.
Hadirnya makanan
seperti itu bisa menjadi
uzur utk meninggalkan
salat jama’ah. Telah
diriwayatkan dari Ibnu
Umar bahwa apabila
hidangan makan
malamnya telah
disiapkan dan dia
mendengar bacaan Imam
dalam salat maka dia
tidak berdiri sampai dia
selesai makan.b. Hal-hal
selain makanan bisa
dianalogikan dgn
makanan selama
mempunyai ilat yg sama
yaitu apabila dia
mengakhirkan melakukan
sesuatu itu hatinya
menjadi terganggu ketika
salat. Maka sebaiknya
melakukan sesuatu itu
sebelum salat.Dan di sini
yg perlu diperhatikan
betul adl bahwa sesuatu
itu telah diperbolehkan
secara tegas bahkan
dianjurkan oleh Syara’ .
Akan tetapi apabila
sesuatu itu tidak
dianjurkan oleh Syara’
maka mendahulukan
salat lbh baik daripada
melakukan atau
melanjutkan sesuatu itu.
Contohnya adl menonton
sinetron berbincang-
bincang dgn kawan atau
kerabatnya. Karena itu
mendahulukan salat lbh
baik daripada menonton
sinetron atau mengobrol
lbh dahulu dgn kawan
atau kerabatnya baik
waktu salat tinggal
sedikit atau masih
panjang.
Dari Aisyah ra berkata
“ saya bertanya kepada
Rasulullah saw tentang
menoleh dalam salat ?”
Kemudian Rasul saw
menjawab “Menoleh itu
adl suatu keteledoran
seseorang akibat ulah
syetan dalam salat
seorang hamba ” Menurut
riwayat at-Tirmidzi dan
menshahihkannya
“ Janganlah anda menoleh
dalam salat krn itu adl
kebinasaan . Apabila
anda harus
melakukannya maka
lakukanlah dalam salat
sunnah ”
Seseorang yg sedang
melakukan salat
dimakruhkan menoleh ke
kanan dan ke kiri. Karena
pada dasarnya dia sedang
menghadap Tuhannya.
Sementara itu syetan
selalu mengintip dan
mencari-cari kelengahan
orang itu. Jika seseorang
dalam salatnya menoleh
ke kiri dan ke kanan
berarti dia telah masuk
perangkap syetan.
Menurut Jumhur Ulama ’
menoleh itu dimakruhkan
krn bisa mengurangi
khusyu ’ salat. Namun
apabila menolehnya itu
sampai memalingkan
dadanya atau seluruh
lehernya dari kiblat maka
hal itu bukan lagi makruh
melainkan bisa
membatalkan salat. Hal
ini berdasarkan pada
hadis Abu Dzar “Allah
SWT selalu menghadap
kepada seorang hamba
dalam salatnya selama
dia tidak menoleh apabila
dia memalingkan
wajahnya maka Allah pun
‘pergi’
20 September jam 19:32 ·
Suka · 1 · Hapus
Tanya Jawab Masalah
Islam Hal utama yang
menyebabkan shalat
kurang khusu ’ atau
bahkan tidak khusu’
adalah buru-buru. Setiap
melakukan shalat, selalu
diingatkan atau
dibayang-bayangi oleh
hal-hal yang akan kita
lakukan setelah shalat
atau hal-hal yang
terlupakan sebelum
shalat, tiba-tiba terlintas
dipikiran.
Berikut tips untuk
mencapai shalat khusu’:
- Sebelum memulai
shalat, niatkan bahwa
anda punya waktu 15
menit untuk shalat. Jadi
anda tidak perlu terburu-
buru dalam melakukan
shalat. Segala hal yang
akan anda lakukan
setelah shalat, masih bisa
menunggu setelah 15
menit ini berlalu.
- Lakukan shalat dengan
sadar, artinya anda tahu
& sadar rukun apa yang
sedang anda lakukan
atau bacaan apa yang
sedang anda baca.
Bacalah bacaan shalat
secara perlahan dan
lemah lembut. Tidak
perlu terburu-buru
karena anda punya waktu
15 menit untuk shalat ini.
- Ketika melakukan
gerakan shalat,
sempurnakanlah gerakan
tersebut terlebih dahulu
sebelum memulai bacaan.
Misalnya ketika berdiri,
berdirilah dengan tegak
dan anda sadar & bisa
merasakan bahwa anda
sedang berdiri. Ketika
rukuk, rasakan dengan
penuh kesadaran bahwa
anda sedang rukuk,
sempurnakan gerakan
rukuk, baru kemudian
memulai bacaan. Ketika
sujud, rasakan bahwa
anda sedang bersujud,
rasakan bahwa tubuh
anda sedang bersujud,
baru kemudian mulai
bacaannya. Triknya
jangan memulai bacaan
sebelum anda sadar
bahwa anda sedang
bersujud atau rukuk. Jika
perlu menarik nafas,
tariklah nafas terlebih
dahulu, baru memulai
bacaan. Sekali lagi jangan
terburu-buru karena
anda punya waktu 15
menit untuk melakukan
shalat ini.
- Yakinkan dalam hati
bahwa Allah SWT sedang
memandang kepada
anda. Allah sedang
mendengarkan bacaan-
bacaan anda. Gunakan
hati, bukan pikiran. Jika
harus menitikan air mata,
biarkan air mata anda
mengalir, rasakan dengan
hati. Jika ada penyesalan
terhadap dosa-dosa anda
yang telah lalu, rasakan
itu, rasakan dengan
sangat mendalam,
biarkan air mata anda
mengalir. Anda akan
merasakan begitu rindu
dengan Allah, laksana
anda baru pulang ke
kampung halaman dari
perantauan yang telah
bertahun-tahun. Jika
anda merasakan hal ini
ketika bersujud,
biarkanlah posisi anda
dalam keadaan bersujud,
sampai hati anda merasa
puas, baru kemudian
bangkit dari sujud.
Anda tidak perlu menjadi
imam mesjid, seorang
ustaz / ustazah, atau pak
haji / ibu haji untuk
mencapai shalat khusu ’.
Praktekan tips di atas,
Insya Allah anda akan
mendapatkan shalat
khusu ’. Sebenarnya shalat
khusus’ bukan diciptakan,
tetapi kita menyiapkan
diri untuk menerima
kekhusukan itu dari Allah
SWT. Allah akan
memberikan rasa khusu ’
jika jiwa kita sudah siap
menerimanya. Sedikit
atau banyak dosa yang
telah anda lakukan TIDAK
AKAN MENGHALANGI
anda untuk menerima
kekhusukan dari Allah.
Allah Maha Pengampun,
Allah Maha Penyayang
dan Maha Pengasih.
Maha dapat diartikan
tidak terbatas, banyak
dan berlimpah.
Perlu latihan yang terus
menerus untuk mencapai
shalat khusu ’. Jika sudah
mencapai rasa khusu’,
pertahankanlah. Jika
kadang kala hilang,
ulangi lagi tips di atas.
Karena hati kita laksana
air laut, kadang pasang,
kadang surut.
khusyu’ berarti rendah
diri atau mendekati
rendah diri. Menurut
pengertian ini khusyu’ itu
terdapat pada suara
penglihatan ketenangan
dan kerendahdirian.
Sedangkan pengertian
khusyu ’ menurut syara’
adl rendah diri. Rendah
diri ini kadang-kadang
berada dalam hati dan
kadang-kadang berasal
dari anggota tubuh
seperti diam. Adapun
dalil yg menguatkan
bahwa khusyu ’ itu
pekerjaan hati adl hadis
Ali ra “Khusyu’ itu berada
dalam hati” hadis
“Sekiranya sanubari hati
orang ini khusyu niscaya
anggota tubuhnya
menjadi khusyu ” dan
hadis do’a mohon
perlindungan “..dan aku
mohon perlindungan
kepada-Mu dari sanubari
hati yg tidak khusyu. ”
Apakah khusyu’ dalam
salat itu wajib?Dalam
masalah ini ulama
berbeda pendapat.
Menurut al-Ghozali
khusyu ’ itu wajib. Beliau
menguraikan
argumentasinya secara
panjang lebar -untuk
menguatkan
pendapatnya- dalam
kitab ‘Ihyaa’ Ulumuddin’.
Akan tetapi menurut
Jumhur Ulama ’ khusyu’
itu tidak wajib. Bahkan
Imam an-Nawawi
mengklaim adanya Ijma’
yg tidak mewajibkan
khusyu ’. Hadis-Hadis yg
Menganjurkan Seseorang
agar Berlaku Khusyu ’
dalam Salatnya .
Dari Anas ra bahwa
Rasulullah saw bersabda
“ Apabila hidangan makan
malam telah disiapkan
maka mulailah
menyantap makanan itu
sebelum anda salat
Maghrib ” .
Hadis tersebut menurut
Jumhur Ulama ’
menunjukkan sunnahnya
mendahulukan makan
malam atas salat. Karena
hal itu akan bisa
mengarahkan seseorang
berkonsentrasi dalam
salatnya. Bahkan
menurut ulama yg lain
agar sanubari hati itu
tidak tergoda dgn
makanan yg sudah
tersediakan tersebut. Di
samping itu ada beberapa
atsar sahabat yg
menjelaskan tentang
ta ’lil dilarangnya
mendahulukan salat
ketika makanan sudah
dihidangkan. Di
antaranya adl atsar yg
dikeluarkan oleh Ibnu
Abu Syaibah dari Abu
Hurairah dan Ibnu Abbas
“ Bahwa keduanya pernah
sedang makan sementara
didapur api nya masih
terdapat daging yg
sedang dibakar lalu
sahabat yg melakukan
adzan tersebut ingin
melakukan iqamah utk
salat tiba-tiba Ibnu Abbas
berkata kepadanya
‘ Jangan terburu-buru’
kita tidak melakukan
salat selama dalam hati
kita masih ingat
sesuatu . ” Dalam riwayat
yg lain disebutkan
“ Supaya tidak
memalingkan perhatian
kita dalam salat. ”
Disebutkan pula dari
Hasan bin Ali as bahwa
dia berkata “Makan
malam sebelum salat itu
bisa menghilangkan jiwa
yg suka mencela . ” Jika
waktu salat tinggal
sedikit apakah
disunnahkan pula
mendahulukan makan
atas salat? Kesunnahan
seperti itu dilakukan
apabila waktu salat
masing panjang. Namun
jika waktu salat tinggal
sedikit maka menurut
Jumhur Ulama ’ dia
mendahulukan salat atas
makan. Hal ini
dimaksudkan utk
menjaga waktu salat
agar tidak lewat.
Kandungan Hadis Dari
hadis no. 2 di atas bisa
ditarik kesimpulan
sebagai berikut a.
Hadirnya makanan
seperti itu bisa menjadi
uzur utk meninggalkan
salat jama’ah. Telah
diriwayatkan dari Ibnu
Umar bahwa apabila
hidangan makan
malamnya telah
disiapkan dan dia
mendengar bacaan Imam
dalam salat maka dia
tidak berdiri sampai dia
selesai makan.b. Hal-hal
selain makanan bisa
dianalogikan dgn
makanan selama
mempunyai ilat yg sama
yaitu apabila dia
mengakhirkan melakukan
sesuatu itu hatinya
menjadi terganggu ketika
salat. Maka sebaiknya
melakukan sesuatu itu
sebelum salat.Dan di sini
yg perlu diperhatikan
betul adl bahwa sesuatu
itu telah diperbolehkan
secara tegas bahkan
dianjurkan oleh Syara’ .
Akan tetapi apabila
sesuatu itu tidak
dianjurkan oleh Syara’
maka mendahulukan
salat lbh baik daripada
melakukan atau
melanjutkan sesuatu itu.
Contohnya adl menonton
sinetron berbincang-
bincang dgn kawan atau
kerabatnya. Karena itu
mendahulukan salat lbh
baik daripada menonton
sinetron atau mengobrol
lbh dahulu dgn kawan
atau kerabatnya baik
waktu salat tinggal
sedikit atau masih
panjang.
Dari Aisyah ra berkata
“ saya bertanya kepada
Rasulullah saw tentang
menoleh dalam salat ?”
Kemudian Rasul saw
menjawab “Menoleh itu
adl suatu keteledoran
seseorang akibat ulah
syetan dalam salat
seorang hamba ” Menurut
riwayat at-Tirmidzi dan
menshahihkannya
“ Janganlah anda menoleh
dalam salat krn itu adl
kebinasaan . Apabila
anda harus
melakukannya maka
lakukanlah dalam salat
sunnah ”
Seseorang yg sedang
melakukan salat
dimakruhkan menoleh ke
kanan dan ke kiri. Karena
pada dasarnya dia sedang
menghadap Tuhannya.
Sementara itu syetan
selalu mengintip dan
mencari-cari kelengahan
orang itu. Jika seseorang
dalam salatnya menoleh
ke kiri dan ke kanan
berarti dia telah masuk
perangkap syetan.
Menurut Jumhur Ulama ’
menoleh itu dimakruhkan
krn bisa mengurangi
khusyu ’ salat. Namun
apabila menolehnya itu
sampai memalingkan
dadanya atau seluruh
lehernya dari kiblat maka
hal itu bukan lagi makruh
melainkan bisa
membatalkan salat. Hal
ini berdasarkan pada
hadis Abu Dzar “Allah
SWT selalu menghadap
kepada seorang hamba
dalam salatnya selama
dia tidak menoleh apabila
dia memalingkan
wajahnya maka Allah pun
‘pergi’
20 September jam 19:32 ·
Suka · 1 · Hapus
Tanya Jawab Masalah
Islam Hal utama yang
menyebabkan shalat
kurang khusu ’ atau
bahkan tidak khusu’
adalah buru-buru. Setiap
melakukan shalat, selalu
diingatkan atau
dibayang-bayangi oleh
hal-hal yang akan kita
lakukan setelah shalat
atau hal-hal yang
terlupakan sebelum
shalat, tiba-tiba terlintas
dipikiran.
Berikut tips untuk
mencapai shalat khusu’:
- Sebelum memulai
shalat, niatkan bahwa
anda punya waktu 15
menit untuk shalat. Jadi
anda tidak perlu terburu-
buru dalam melakukan
shalat. Segala hal yang
akan anda lakukan
setelah shalat, masih bisa
menunggu setelah 15
menit ini berlalu.
- Lakukan shalat dengan
sadar, artinya anda tahu
& sadar rukun apa yang
sedang anda lakukan
atau bacaan apa yang
sedang anda baca.
Bacalah bacaan shalat
secara perlahan dan
lemah lembut. Tidak
perlu terburu-buru
karena anda punya waktu
15 menit untuk shalat ini.
- Ketika melakukan
gerakan shalat,
sempurnakanlah gerakan
tersebut terlebih dahulu
sebelum memulai bacaan.
Misalnya ketika berdiri,
berdirilah dengan tegak
dan anda sadar & bisa
merasakan bahwa anda
sedang berdiri. Ketika
rukuk, rasakan dengan
penuh kesadaran bahwa
anda sedang rukuk,
sempurnakan gerakan
rukuk, baru kemudian
memulai bacaan. Ketika
sujud, rasakan bahwa
anda sedang bersujud,
rasakan bahwa tubuh
anda sedang bersujud,
baru kemudian mulai
bacaannya. Triknya
jangan memulai bacaan
sebelum anda sadar
bahwa anda sedang
bersujud atau rukuk. Jika
perlu menarik nafas,
tariklah nafas terlebih
dahulu, baru memulai
bacaan. Sekali lagi jangan
terburu-buru karena
anda punya waktu 15
menit untuk melakukan
shalat ini.
- Yakinkan dalam hati
bahwa Allah SWT sedang
memandang kepada
anda. Allah sedang
mendengarkan bacaan-
bacaan anda. Gunakan
hati, bukan pikiran. Jika
harus menitikan air mata,
biarkan air mata anda
mengalir, rasakan dengan
hati. Jika ada penyesalan
terhadap dosa-dosa anda
yang telah lalu, rasakan
itu, rasakan dengan
sangat mendalam,
biarkan air mata anda
mengalir. Anda akan
merasakan begitu rindu
dengan Allah, laksana
anda baru pulang ke
kampung halaman dari
perantauan yang telah
bertahun-tahun. Jika
anda merasakan hal ini
ketika bersujud,
biarkanlah posisi anda
dalam keadaan bersujud,
sampai hati anda merasa
puas, baru kemudian
bangkit dari sujud.
Anda tidak perlu menjadi
imam mesjid, seorang
ustaz / ustazah, atau pak
haji / ibu haji untuk
mencapai shalat khusu ’.
Praktekan tips di atas,
Insya Allah anda akan
mendapatkan shalat
khusu ’. Sebenarnya shalat
khusus’ bukan diciptakan,
tetapi kita menyiapkan
diri untuk menerima
kekhusukan itu dari Allah
SWT. Allah akan
memberikan rasa khusu ’
jika jiwa kita sudah siap
menerimanya. Sedikit
atau banyak dosa yang
telah anda lakukan TIDAK
AKAN MENGHALANGI
anda untuk menerima
kekhusukan dari Allah.
Allah Maha Pengampun,
Allah Maha Penyayang
dan Maha Pengasih.
Maha dapat diartikan
tidak terbatas, banyak
dan berlimpah.
Perlu latihan yang terus
menerus untuk mencapai
shalat khusu ’. Jika sudah
mencapai rasa khusu’,
pertahankanlah. Jika
kadang kala hilang,
ulangi lagi tips di atas.
Karena hati kita laksana
air laut, kadang pasang,
kadang surut.
Minggu, 26 Desember 2010
SAHKAH SHOLAT DENGAN LUKA YANG MASIH BERDARAH DAN BERNANAH.??
Allah Ta ’ala berfirman :
“dan Dia sekali-kali tidak
menjadikan untuk kamu
dalam agama ini suatu
kesempitan ”. (QS. Al-Hajj:
78)
“ Allah menghendaki
kemudahan bagimu, dan
tidak menghendaki
kesukaran bagimu ”. (QS:
Al Baqarah: 185)
“ Maka bertakwalah
kamu kepada Allah
menurut kesanggupanmu
dan dengarlah serta
taatlah ”. (QS. Taghabun:
16)
Nabi Shallallahu ‘alaihi
wa sallam bersabda :
“ Jika saya perintahkan
kalian dengan suatu
urusan maka kerjakanlah
semampu kalian ”
Berdasarkan kaidah dasar
ini, maka Allah memberi
keringanan bagi orang
yang mempunyai udzur
dalam masalah ibadah
mereka sesuai dengan
tingkat udzur yang
mereka alami, agar
mereka dapat beribadah
kepada Allah tanpa
merasa berat serta
kesulitan. Dengan segala
puji hanya milik Allah
Rabb semesta alam.
Jika pada sebagian
anggota badan yang
harus disucikan terdapat
luka, maka ia tetap
dibasuh dengan air. Jika
hal tersebut justru
membahayakan maka
diusap dengan sekali
usapan. Caranya,
tangannya dibasahi
dengan air lalu diusapkan
di atasnya. Jika mengusap
luka juga
membahayakannya, maka
ia bisa bertayammum.
Jika pada sebagian
tubuhnya terdapat luka
yang digibs atau dibalut,
maka ia mengusap
balutan tadi dengan air
sebagai ganti dari
membasuhnya, dan ia
tidak bertayammum
karena mengusap
pengganti dari
membasuh.
Orang yang sakit harus
membersihkan tubuhnya
dari najis, jika tidak
mungkin maka ia sholat
sesuai dengan
keadaannya tadi, dan
sholatnya sah tanpa
harus mengulang.
jadi sah secara hukum
jika ada luka yang
bernanah. walohu'alam
“dan Dia sekali-kali tidak
menjadikan untuk kamu
dalam agama ini suatu
kesempitan ”. (QS. Al-Hajj:
78)
“ Allah menghendaki
kemudahan bagimu, dan
tidak menghendaki
kesukaran bagimu ”. (QS:
Al Baqarah: 185)
“ Maka bertakwalah
kamu kepada Allah
menurut kesanggupanmu
dan dengarlah serta
taatlah ”. (QS. Taghabun:
16)
Nabi Shallallahu ‘alaihi
wa sallam bersabda :
“ Jika saya perintahkan
kalian dengan suatu
urusan maka kerjakanlah
semampu kalian ”
Berdasarkan kaidah dasar
ini, maka Allah memberi
keringanan bagi orang
yang mempunyai udzur
dalam masalah ibadah
mereka sesuai dengan
tingkat udzur yang
mereka alami, agar
mereka dapat beribadah
kepada Allah tanpa
merasa berat serta
kesulitan. Dengan segala
puji hanya milik Allah
Rabb semesta alam.
Jika pada sebagian
anggota badan yang
harus disucikan terdapat
luka, maka ia tetap
dibasuh dengan air. Jika
hal tersebut justru
membahayakan maka
diusap dengan sekali
usapan. Caranya,
tangannya dibasahi
dengan air lalu diusapkan
di atasnya. Jika mengusap
luka juga
membahayakannya, maka
ia bisa bertayammum.
Jika pada sebagian
tubuhnya terdapat luka
yang digibs atau dibalut,
maka ia mengusap
balutan tadi dengan air
sebagai ganti dari
membasuhnya, dan ia
tidak bertayammum
karena mengusap
pengganti dari
membasuh.
Orang yang sakit harus
membersihkan tubuhnya
dari najis, jika tidak
mungkin maka ia sholat
sesuai dengan
keadaannya tadi, dan
sholatnya sah tanpa
harus mengulang.
jadi sah secara hukum
jika ada luka yang
bernanah. walohu'alam
HABIS SHOLAT ISTIKHOROH MIMI DI IKUTI 2 BABI, APA MAKNANYA.??
Assalamu'alaikum....wr,wb.......p
ustadz saya mau
tanya.....orang bis sholt
istikhoroh gt antara
sadar n ga sadar saat
ngaji gt d bayangin d
ikutin 2babi gt artiny ap
y ??? tu kjadiannya skitar
jam 3subuh gt !!!
24 September jam 0:18 · Suka
Kresna Tri Sula
menyukai ini.
Tanya Jawab Masalah
Islam waalaikum
salam,wr,wb.
Nabi Muhammad SAW,
yang terdapat dalam
kitab Sunan Ibnu Majah:
“ Jika kamu menghendaki
sesuatu perkara,
hendaklah kamu sholat
dua rakaat (bukan sholat
fardhu) lalu berdoalah ”.
Yang dimaksud dalam hal
ini adalah sholat
istikharah. Sholat
istikharah adalah sholat
sunah 2 rekaat yang
tujuannya untuk
memohon petunjuk Allah
untuk memilihkan mana
yang terbaik bagi agama
dan kehidupan kita
nantinya. Sholat
istikharah dilakukan pada
perkara yang bersifat
mubah. Untuk perkara
yang sifatnya wajib atau
sunah kita harus
mengerjakannya,
sedangkan untuk perkara
yang sifatnya haram atau
makruh jelas kita
tinggalkan.
Setelah mengerjakan
sholat istikharah …lalu
bermimpi. Sholat
Istikharah dan Mimpi,
apa mimpi tersebut
merupakan petunjuk bagi
suatu penerimaan atau
penolakan?
Jawabannya adalah bisa
tidak, dan juga bisa iya.
Tidak, sebenarnya mimpi
itu tidak ada
pengaruhnya dengan
sholat istikharah karena
apa yang dilihat dan
dialami dalam mimpi itu
sering dipengaruhi oleh
masalah yang sedang
dipikirkan'
Iya, sebagaimana sabda
Rasulullah SAW: “Impian
orang mukmin itu adalah
bagian dari empat puluh
bagian kenabian ”. (HR.
Turmudzi). Jadi, ketika
isyarat yang diperoleh
dari mimpi kita di waktu
tidur menunjukkan
kebaikan, maka suatu
maksud atau hajat yang
akan kita laksanakan itu
adalah baik nantinya.
Begitu sebaliknya, jika
berisyarat buruk maka
sebaiknya tidak usah
diteruskan, karena akan
buruk akhirnya.
Isyarat atau tanda-tanda
ini cepat diperoleh atau
tidaknya terletak pada
tekun dan khusyu ’nya
orang yang
melaksanakannya. Yang
harus diingat sekali lagi
bahwa isyarat dan tanda-
tanda itu berupa
ketenangan dan
kemantapan hati.
Hendaknya kita
melakukan sholat
istikhoroh tidak hanya
sekali, dua kali tapi
sampai hati kita benar-
benar mantap pada salah
satu pilihannya.
Adapun jika seorang
mukmin mempunyai
permintaan khusus
kepada Allah Subhanahu
Wa Ta'ala, maka
kepadanya dianjurkan
untuk mengerjakan
sholat hajat. Al Qur'an
memang mengisyaratkan
bahwa permohonan
pertolongan kepada Allah
Subhanahu Wa Ta'ala bisa
dilakukan dengan sabar
dan sholat, ista'i nu bi as
sobri wa as salat. (Q/2:45,
153)
Jika orang mengerjakan
sholat istikharah
disebabkan karena
kurang percaya diri
dalam mengambil
keputusan, maka sholat
hajat dilakukan
sehubungan dengan telah
adanya keputusan yang
diambil dan langkah yang
sudah dimulai. Dalam
keyakinan atas pilihan
itulah orang bermohon
agar apa yang diyakini
telah diridai Allah itu
terlaksana dengan baik.
Perhatikan kandungan
doa sholat hajat seperti
yang diajarkan oleh Rasul
di bawah ini:
Artinya: Tiada Tuhan
selain Allah Yang Maha
Penyantun lagi Mulia.
Maha Suci Allah, Pemilik
‘Arasy yang Agung.
Segala puji bagi Allah,
Tuhan semesta alam. Aku
mohon kepada Mu hal-hal
yang mendatangkan (a)
rahmat Mu, (b) ampunan
Mu, (c) perlindungan Mu
dari dosa, (d) peluang
meraih segala kebajikan
dan (e) terbebas dari
kesalahan. Ya Allah aku
mohon kepada Mu,
jangan Engkau biarkan
dosaku tanpa Engkau
ampuni, dan jangan
Engkau biarkan
kesulitanku, tanpa
Engkau beri jalan ke luar,
dan jangan Engkau
biarkan hajatku yang
telah Engkau ridai, tanpa
Engkau kabulkan, wahai
Tuhan yang Maha
Pengasih.
jadi yang terpenting
adalah kemantapan hati
anda.untuk melakukan
sesuatu. wallohu'alam
ustadz saya mau
tanya.....orang bis sholt
istikhoroh gt antara
sadar n ga sadar saat
ngaji gt d bayangin d
ikutin 2babi gt artiny ap
y ??? tu kjadiannya skitar
jam 3subuh gt !!!
24 September jam 0:18 · Suka
Kresna Tri Sula
menyukai ini.
Tanya Jawab Masalah
Islam waalaikum
salam,wr,wb.
Nabi Muhammad SAW,
yang terdapat dalam
kitab Sunan Ibnu Majah:
“ Jika kamu menghendaki
sesuatu perkara,
hendaklah kamu sholat
dua rakaat (bukan sholat
fardhu) lalu berdoalah ”.
Yang dimaksud dalam hal
ini adalah sholat
istikharah. Sholat
istikharah adalah sholat
sunah 2 rekaat yang
tujuannya untuk
memohon petunjuk Allah
untuk memilihkan mana
yang terbaik bagi agama
dan kehidupan kita
nantinya. Sholat
istikharah dilakukan pada
perkara yang bersifat
mubah. Untuk perkara
yang sifatnya wajib atau
sunah kita harus
mengerjakannya,
sedangkan untuk perkara
yang sifatnya haram atau
makruh jelas kita
tinggalkan.
Setelah mengerjakan
sholat istikharah …lalu
bermimpi. Sholat
Istikharah dan Mimpi,
apa mimpi tersebut
merupakan petunjuk bagi
suatu penerimaan atau
penolakan?
Jawabannya adalah bisa
tidak, dan juga bisa iya.
Tidak, sebenarnya mimpi
itu tidak ada
pengaruhnya dengan
sholat istikharah karena
apa yang dilihat dan
dialami dalam mimpi itu
sering dipengaruhi oleh
masalah yang sedang
dipikirkan'
Iya, sebagaimana sabda
Rasulullah SAW: “Impian
orang mukmin itu adalah
bagian dari empat puluh
bagian kenabian ”. (HR.
Turmudzi). Jadi, ketika
isyarat yang diperoleh
dari mimpi kita di waktu
tidur menunjukkan
kebaikan, maka suatu
maksud atau hajat yang
akan kita laksanakan itu
adalah baik nantinya.
Begitu sebaliknya, jika
berisyarat buruk maka
sebaiknya tidak usah
diteruskan, karena akan
buruk akhirnya.
Isyarat atau tanda-tanda
ini cepat diperoleh atau
tidaknya terletak pada
tekun dan khusyu ’nya
orang yang
melaksanakannya. Yang
harus diingat sekali lagi
bahwa isyarat dan tanda-
tanda itu berupa
ketenangan dan
kemantapan hati.
Hendaknya kita
melakukan sholat
istikhoroh tidak hanya
sekali, dua kali tapi
sampai hati kita benar-
benar mantap pada salah
satu pilihannya.
Adapun jika seorang
mukmin mempunyai
permintaan khusus
kepada Allah Subhanahu
Wa Ta'ala, maka
kepadanya dianjurkan
untuk mengerjakan
sholat hajat. Al Qur'an
memang mengisyaratkan
bahwa permohonan
pertolongan kepada Allah
Subhanahu Wa Ta'ala bisa
dilakukan dengan sabar
dan sholat, ista'i nu bi as
sobri wa as salat. (Q/2:45,
153)
Jika orang mengerjakan
sholat istikharah
disebabkan karena
kurang percaya diri
dalam mengambil
keputusan, maka sholat
hajat dilakukan
sehubungan dengan telah
adanya keputusan yang
diambil dan langkah yang
sudah dimulai. Dalam
keyakinan atas pilihan
itulah orang bermohon
agar apa yang diyakini
telah diridai Allah itu
terlaksana dengan baik.
Perhatikan kandungan
doa sholat hajat seperti
yang diajarkan oleh Rasul
di bawah ini:
Artinya: Tiada Tuhan
selain Allah Yang Maha
Penyantun lagi Mulia.
Maha Suci Allah, Pemilik
‘Arasy yang Agung.
Segala puji bagi Allah,
Tuhan semesta alam. Aku
mohon kepada Mu hal-hal
yang mendatangkan (a)
rahmat Mu, (b) ampunan
Mu, (c) perlindungan Mu
dari dosa, (d) peluang
meraih segala kebajikan
dan (e) terbebas dari
kesalahan. Ya Allah aku
mohon kepada Mu,
jangan Engkau biarkan
dosaku tanpa Engkau
ampuni, dan jangan
Engkau biarkan
kesulitanku, tanpa
Engkau beri jalan ke luar,
dan jangan Engkau
biarkan hajatku yang
telah Engkau ridai, tanpa
Engkau kabulkan, wahai
Tuhan yang Maha
Pengasih.
jadi yang terpenting
adalah kemantapan hati
anda.untuk melakukan
sesuatu. wallohu'alam
APAKAH SHOLAT LIMA WAKTU SHOLATNYA PARA NABI TERDAHULU.??
Assalamu'alaikum wr.wb,
pak ust saya mw tanya
apakah benar sholat 5
waktu itu diambil dari
sholatnya para nabi
terdahulu ?? karena yg
saya dengar sholat subuh
itu sholatnya Nabi
adam ??
24 September jam 22:16 · Suka
Tanya Jawab Masalah
Islam waalaikum salam,
wr,wb.
Sholat menurut bahasa
berarti doa. Adapun
menurut peristilahan,
sholat ialah ibadah
tauqifi yang sudah sangat
dikenal, dimulai dengan
takbiratul ihram dan
diakhiri dengan salam.
Perintah menegakkan
sholat tersebar sangat
banyak dalam ayat-ayat
Al-Qur ’an. Diantaranya,
Allah berfirman :
“ Sesungguhnya sholat
adalah kewajiban yang
telah ditentukan waktu-
waktunya atas orang-
orang yang beriman ”.
Sholat merupakan rukun
Islam yang kedua, setelah
syahadat. Ia adalah tiang
agama. Nabi saw
bersabda “Sholat adalah
tiang agama. Barangsiapa
menegakkannya maka ia
telah menegakkan
agama, dan barangsiapa
meninggalkannya maka
ia telah merobohkan
agama”. Ia juga
merupakan benteng
terakhir seorang muslim,
karena Islam itu memiliki
simpul-simpul yang akan
terurai satu demi satu
dimana yang akan
terakhir kali terurai
adalah sholat.
Sholat telah disyariatkan
sejak awal-awal
munculnya Islam di
Makkah. Sejak awal
kenabian, yakni semenjak
turunnya QS Al-
Muzzammil, Nabi telah
diwajibkan untuk
melakukan sholat malam.
Sebelum turunnya
perintah sholat lima
waktu, umat Islam di
Makkah saat itu hanya
melakukan sholat dua
kali dalam sehari, yakni
pada pagi dan petang
saja. Setelah peristiwa
Isra ’ dan Mi’raj, umat
Islam diwajibkan untuk
melakukan sholat lima
kali dalam sehari.
Dan diantara rahmat
Allah kepada umat ini
adalah diberikannya
keringanan terhadap
jumlah shalat yang harus
dilakukan setiap muslim
mulai dari lima puluh kali
hingga akhirnya menjadi
lima kali. Musa as
mengkhawatirkan bahwa
shalat yang lima puluh
kali itu tidak akan
sanggup dilaksanakan
oleh umat Muhammad
saw, sebagaimana
dikatakan oleh al
Qurthubi bahwa hikmah
dari pengkhususan Musa
dengan meminta Nabi
Muhammad saw kembali
ke Tuhannya dalam
perintah shalat
memungkinkan bahwa
umat Musa pernah
dibebankan dengan
beberapa shalat yang
tidak dibebankan kepada
umat-umat sebelumnya
dan hal itu cukup
memberatkan mereka.
jadi umat terdahulu
shalat caranya
bagaimana kami belum
menemukan dalil yang
yang kuat.wallohu'alam
pak ust saya mw tanya
apakah benar sholat 5
waktu itu diambil dari
sholatnya para nabi
terdahulu ?? karena yg
saya dengar sholat subuh
itu sholatnya Nabi
adam ??
24 September jam 22:16 · Suka
Tanya Jawab Masalah
Islam waalaikum salam,
wr,wb.
Sholat menurut bahasa
berarti doa. Adapun
menurut peristilahan,
sholat ialah ibadah
tauqifi yang sudah sangat
dikenal, dimulai dengan
takbiratul ihram dan
diakhiri dengan salam.
Perintah menegakkan
sholat tersebar sangat
banyak dalam ayat-ayat
Al-Qur ’an. Diantaranya,
Allah berfirman :
“ Sesungguhnya sholat
adalah kewajiban yang
telah ditentukan waktu-
waktunya atas orang-
orang yang beriman ”.
Sholat merupakan rukun
Islam yang kedua, setelah
syahadat. Ia adalah tiang
agama. Nabi saw
bersabda “Sholat adalah
tiang agama. Barangsiapa
menegakkannya maka ia
telah menegakkan
agama, dan barangsiapa
meninggalkannya maka
ia telah merobohkan
agama”. Ia juga
merupakan benteng
terakhir seorang muslim,
karena Islam itu memiliki
simpul-simpul yang akan
terurai satu demi satu
dimana yang akan
terakhir kali terurai
adalah sholat.
Sholat telah disyariatkan
sejak awal-awal
munculnya Islam di
Makkah. Sejak awal
kenabian, yakni semenjak
turunnya QS Al-
Muzzammil, Nabi telah
diwajibkan untuk
melakukan sholat malam.
Sebelum turunnya
perintah sholat lima
waktu, umat Islam di
Makkah saat itu hanya
melakukan sholat dua
kali dalam sehari, yakni
pada pagi dan petang
saja. Setelah peristiwa
Isra ’ dan Mi’raj, umat
Islam diwajibkan untuk
melakukan sholat lima
kali dalam sehari.
Dan diantara rahmat
Allah kepada umat ini
adalah diberikannya
keringanan terhadap
jumlah shalat yang harus
dilakukan setiap muslim
mulai dari lima puluh kali
hingga akhirnya menjadi
lima kali. Musa as
mengkhawatirkan bahwa
shalat yang lima puluh
kali itu tidak akan
sanggup dilaksanakan
oleh umat Muhammad
saw, sebagaimana
dikatakan oleh al
Qurthubi bahwa hikmah
dari pengkhususan Musa
dengan meminta Nabi
Muhammad saw kembali
ke Tuhannya dalam
perintah shalat
memungkinkan bahwa
umat Musa pernah
dibebankan dengan
beberapa shalat yang
tidak dibebankan kepada
umat-umat sebelumnya
dan hal itu cukup
memberatkan mereka.
jadi umat terdahulu
shalat caranya
bagaimana kami belum
menemukan dalil yang
yang kuat.wallohu'alam
APA MAKNA KHUSYU', DAN BAGAIMANA CARANYA.??
mintalah pertolongan
[kepada Allah] dengan
sabar dan [mengerjakan]
shalat. Dan sesungguhnya
yang demikian itu
sungguh berat, kecuali
bagi orang-orang yang
khusyu ’, (al-Baqarah: 45)
Khusyu' merupakan
kekuatan sholat. Tanpa
khusyu' sholat seakan
tidak mempunyai makna
bagi pelakunya, karena
sholat hanya berupa
aktifitas fisik yang rutin,
tanpa kenikmatan dan
tanpa rasa hidmat di
dalamnya.
Menghancurkan dan
merusak kekhusyu'an
dalam sholat adalah salah
satu misi syetan di dunia
ini. Firman Allah dalam
menceritakan misi syetan
tersebut:
Kemudian aku akan
mendatangi mereka dari
muka dan dari belakang
mereka, dari kanan dan
dari kiri mereka. Dan
Engkau tidak akan
mendapati kebanyakan
mereka bersyukur [ta’at].
(al-A'raaf: 17)
Rasulullah s.a.w.
bersabda
Yang pertama akan
hilang dari umatku
adalah khusyu', hingga
kalian tidak lagi melihat
orang khusyu'. (H.R.
Tabrani. Sahih)
Maka khsyu' ini juga
merupakan salah satu
sifat orang beriman. Allah
berfirman:
Sesungguhnya
beruntunglah orang-
orang yang beriman, (1)
[yaitu] orang-orang yang
khusyu ’ dalam shalatnya.
Ibnu Katsir mengatakan:
khusyu' adalah tidak
bergerak, tenang, penuh
tawadlu' karena
disebabkan takut kepada
Allah dan perasaan
diawasi Allah. Khusyu'
adalah sadarnya hati
seakan berdiri di depat
Allah dengan penuh
penghormatan,
pengabdian. (al-Madarij
1/520).
Tempat khusyu' adalah di
dalam hari dan
membekas ke seluruh
tubuh manusia. Kalau
hati sudah tidak khusyu'
maka seluruh anggota
tubuh tidak lagi
beribadah secara serius
karena hati ibarat
komandonya dan anggota
badan adalah tentaranya.
Khusyu' juga menjadi
bukti keikhlasan. Karena
hanya mereka yang
ikhlash ibadah karena
Allah dan sholat
karenaNya yang dapat
melakukan khusyu'
secara sempurna. Tanpa
keikhlasan, maka
seseorang hanya
melakukan kekhusyu'an
palsu atau yang sering
disebut kekhusyu'an
dusta.
Ibnu Qayyim mengatakan
ada dua jenis khusyu',
yaitu khusyu' iman dan
khusyu' munafik. khusyu'
Iman adalah hatinya
menghadap Allah dengan
penghormatan,
pengagungan,
ketenangan, penuh
harapan dan rasa malu,
lalu hatinya penuh
dengan cinta dan
pengakuan kepada Allah
yang membekas ke
seluruh anggota
badannya.
Adapun khusyu' munafik
adalah fisiknya khusyu'
tapi hatinya tidak. Para
sahabat sering berdoa: Ya
Allah lindungilah aku dari
khusyu' munafik. (Ruh
314).
Rasulullah s.a.w.
bersabda:"Lima sholat
yang diwajibkan oleh
Allah, barang siapa
memperbaiki wudlunya
dan melaksanakan sholat
pada waktunya,
menyempurnakan
ruku'nya dan
kekhusyu'annya, maka ia
mendapatkan janji Allah
untuk mengampuninya.
Barang siapa tidak
melakukan itu, maka ia
tidak mendapatkan janji
Allah, kalau Allah
berkehendak maka
Mengampuninya, kalau
Allah berkehendak maka
akan menyiksanya." (H.R.
Abu Dawud – sahih)
Dalam hadist lain
Rasulullah s.a.w.
bersabda:"Barang siapa
berwudlu dan
memperbaiki wudlunya
kemudaian ia sholat dua
rakaat, ia konsentrasikan
hati dan wajahnya (dan
tidak diganggu oleh
nafsunya), maka ia akan
diampuni dosanya yang
telah telah lewat. (H.R.
Bukhari).
Rasulullah s.a.w. juga
pernah bersabda:"Banyak
sekali orang yang sholat
hanya mendapatkan
capek berdiri" (H.R.
Nasai: hasan).
Tip menghadirkan khusyu
dalam sholat
Menghadirkan khusyu'
dalam sholat dalam
dilakukan melalui dua
cara. Pertama:
mengupayakan amalan-
amalan yang merangsang
kekhusyu'an dan kedua:
menghilangkan hal-hal
yang merusak
kekhusyu'an.
Adapun amalan-amalan
yang mengantarkan
kepada kekhusyu'an
adalah sbb:
1. Persiapkan diri untuk
sholat. Itu dimulai dengan
mendengarkan adzan dan
mengikutinya, berdoa
adzan, memperbaiki
wudlu, berdoa setalah
wudlu, melakukan siwak
sebelum sholat,
mempesiapkan baji
sholat, tempat sholat dan
menunggu waktu sholat.
Bukan bergegas sholat
ketika waktu hampir
lewat.
2. Thoma'ninah: yaitu
berhenti sejenak pada
setiap rukun-rukun
sholat. Dalam hadist
diriwayatkan bahwa
Rasulullah s.a.w. ketika
sholat, beliau melakukan
thma'ninah hingga semua
anggota badan beliau
kembali pada tempatnya.
(H.R. Abu Dawud dll.)
Dalam hadist lain
Rasulullah s.a.w.
bersabda:"Seburuk-buruk
pencuri adalah pencuri
sholat. Bagaimana itu
wahai Rasulullah, tanya
sahabat. "Mereka yang
tidak menyempurnakan
ruku' dan sujudnya. (H.R.
Ahmad dan Hakim: sahih).
Seseorang tidak akan
bisa khusyu' tanpa
thoma'ninah ini karena
cepatnya pergerakan
sholat telah
menghilangkan
kekhusyu'an dan
konsentrasi hati.
3. Ingat kematian saat
sholat. Rasulullah s.a.w.
pernah
bersabda:"Ingatlah mati
saat kamu sholat,
sesungguhnya seseorang
yang ingat mati saat
sholat maka ia akan
memperbaiki sholatnya,
dan sholatlah seperti
sholatnya orang yang
mengira itu sholatnya
yang terakhir" (Dailami:
sahih). Rasul juga pernah
berpesan kepada Abu
Ayub r.a. "Sholatlah
seperti sholatnya orang
yang pamitan" (Ahmad:
sahih).
4. Tadabbur (menghayati)
ayat-ayat Quran yang
dibaca saat sholat, begitu
juga dzikir-dzikir dan
bacaan sholat lainnya
lainnya serta
menyerapkannya dalam
diri mushalli.
Ini adalah sebuah kitab
yang Kami turunkan
kepadamu penuh dengan
berkah supaya mereka
memperhatikan ayat-
ayatnya dan supaya
mendapat pelajaran
orang-orang yang
mempunyai fikiran.
(Shad:29).
Dari Hudzaifah r.a. :Aku
sholat di belakang
Rasulullah s.a.w., satu
malam. Beliau membaca
dengan bebas. Ketika
melewati ayat di
dalamnya ada tasbih,
beliau bertasbih, ketika
melewati ayat
permintaan beliau
meminta dan ketika
melewati ayat minta
perlindungan, beliau pun
meminta
perlindungan" (Muslim).
Tadabbur dan tafakkur
terhadap ayat-ayat Allah
merupakan pengantar
kekhusyu'an. Begitu juga
menangis saat
mendengar atau
membaca ayat-ayat
Allah. Allah berfirman:
Dan mereka menyungkur
atas muka mereka sambil
menangis dan mereka
bertambah khusyu ’.
(Isra':109).
Atho' pernah bertanya
kepada Aisyah r.a.:
ceritakan kepadaku apa
yang paling kau kagumi
dari Rasulullah, lalu
Aisyah menangis. Suatu
malam Rasulullah s.a.w.
berdiri untuk sholat,
beliau berkata: Wahai
Aisyah biarkan aku
menyembah Tuhanku.
Sesungguhnya aku senang
bersamamu dan aku
senang
menyenangkanmu". Lalu
beliau pun bangun dan
sholat, lalu beliau sholat
sambil menangis sehingga
lantai kamarku basah
karena air mata beliau.
Lalu berkumandanglah
adzan Bilal untuk subuh,
ketika Bilal melihat mata
Rasulullah basah karena
menangis, Bilal pun
bertanya:"Wahai
Rasulullah, untuk apa
engkau menangis padahal
Allah telah
mengampunimu dosamu
yang lalu dan yang akan
datang? Rasul menjawab:
Wahai Bilal aku lebih
suka untuk menjadi
hamba yang banyak
bersyukur. Malam ini
diturunkan kepadaku
ayat yang ruglilah orang
yang membacanya dan
tidak menghayatinya,
yaitu ayat Ali Imran
190-194. (Ibnu
Hibban:sahih).
1. Membaca ayat satu-
satu. Ini juga
mengantarkan kepada
khusyu' karena
mengantarkan kepada
pamahaman dan
penghayatan. Umi
Salamah berkata bahwa
Rasulullah membaca
fatihah dalam sholat
dengan basmalah, lalu
berhenti lalu membaca
hamdalah lalu berhenti
lalu membaca
arrohmaanirrohiiim dan
seterusnya. (Abu Dawud:
sahih).
2. Memperindah bacaan
Quran dan tartil dapat
mengantarkan kepada
kekhusyu'an. Allah
berfirman:
Hai orang yang
berselimut [Muhammad],
(1) bangunlah [untuk
sembahyang] di malam
hari [1] kecuali sedikit
[daripadanya], (2) [yaitu]
seperduanya atau
kurangilah dari seperdua
itu sedikit, (3) atau lebih
dari seperdua itu. Dan
bacalah Al Qur ’an itu
dengan perlahan-lahan.
(Muzammil 1-4)
Rasulullah s.a.w.
berpesan:"Perindahlah al-
Qur'an dengan suaramu
yang merdu, karena
suara yang indah akan
memperindah al-
Quran" (Hakim:sahih).
Dalam hadist lain beliau
bersabda:"Sesungguhnya
seindah-indah suara
orang membaca Quran,
adalah kalau ia membaca
maka orang-orang yang
mendengarnya akan
takut kapada Allah. (Ibnu
Majah: sahih).
Ka'bah". (Hakim: sahih).
bat diceritakan terkena
panah saat berperang,
lalu ia minta agar dicabut
saat ia sholat karena saat
itu ia lupa semuanya dan
hanya ingat Allah.
nta (Ahmad: sahih).
28 September jam 0:59 · Suka ·
Hapus
Tanya Jawab Masalah
Islam 1. Beranggapan
bahwa saat sholat ia
sedang menghadap
kepada Allah. Dalam
sebuah hadist Rasulullah
s.a.w.
bersabda:"Sesungguhnya
kalian apabila sholat
maka sesungguhnya ia
sedang bermunajat
(bertemu) dengan
Tuhannya, maka
hendaknya ia mengerti
bagaimana bermunajat
dengan Tuhan. Hakim:
sahih).
2. Memperhatikan
pembatas depan sholat.
Sebaiknya ketika sholat
menghadap pembatas
depan, misalnya dinding
atau pembatas yang
polos. Tujuannya adalah
agar pandangan mata
kita tidak terganggu oleh
obyek-obyek visual yang
mengganggu konsentrasi
kita. Rasulullah s.a.w.
bersabda" Hendaklah
kalian ketika sholat
menaruh pembatas di
depannya agar syetan
tidak memutuskan
sholatnya" (Abu Dawud:
sahih). Sebaiknya
pembatas tersebut
berjarak tiga jengkal dari
tempatnya berdiri dan
sejengkal dari tempat
sujudnya. (Fathul Bari).
3. Meletakkan tangan
kanan di atas tangan kiri
di atas dada. Rasulullah
s.a.w. bersabda: Kami
para nabi diperintahkan
agar dalam sholat
meletakkan tangan
kanan di atas atas tangan
kiri (Thabrani:sahih).
Imam Ahmad
menjelaskan bahwa
tujuannya adalah agar
kita menundukkan diri di
depan Allah dengan
khusyu'. Ibnu Hajar
mengatakan bahwa sikap
seperti itu adalah sikap
seorang yang meminta
dengan merendahkan diri
dan sikap seperti itu lebih
mengantarkan kepada
kekhusyu'an.
4. Mengarahkan
pandangan mata pada
tempat sujud. Dai Aisyah
r.a. Rasulullah s.a.w.
ketika sholat beliau
menundukkan kepalanya
dan pandangannya
tertuju ke tempat sujud.
(Hakim:sahih). Begitu
juga ketika beliau
memasuki Ka'bah beliau
tidak memalingkan
pandangannya
1. Sebagian ulama
melihat bahwa
meragamkan bacaan
sholat dapat
mengantarkan kepada
kekhusyu'an karena
menciptakan suasana
baru dalam
melaksanakan sholat.
Misalnya redaksi bacaan
doa iftitah, ruku', sujud,
I'tidal, duduk antara dua
sujud dan tashahhud ada
beberapa riwayat sahih
yang berbeda-beda.
Membacanya dengan
redaksi yang berbeda-
beda dapat mempersegar
suasana sholat dan
mengantarkan kepada
kekhusyu'an. Begitu juga
bacaan-bacaan surat
setelah fatihah dapat
dilakukan dengan variasi
ayat yang berbeda-beda.
2. Disunnahkan membaca
ta'awwudz ( ذوغأ هللاب نم
ناطيشلا ميجرلا ) ketika
merasakan ada gangguan
konsentrasi dalam sholat.
Konon ketika seorang
hamba hendak
melaksanakan sholat,
syetan menurunkan
pasukannya yang disebut
Khanzab untuk
mengganggu orang
sholat. Abi 'Ash r.a.
berkata kepada
Rasulullah, Wahai
Rasulullah syetan telah
mengganggu sholatnya
dan membolak balikkan
bacaannya, Rasulullah
bersabda: Itu syetan
bernama Khanzab kalau
kamu merasakannya
maka bacalah ta'wudz
lalu tiuplah ke kiri tiga
kali". Iapun
melakukannya dan syetan
tidak lagi
mengganggunya.
(Muslim). Rasulullah juga
mengingatkan: Kalau
kalian sholat maka
datanglah syetan
mengganggu kalian,
sehingga kalian lupa
hitungan rakaatnya.
Kalau kalian
merasakannya maka
sujudlah dua kali ketika
ia duduk (Bukhari).
Rasulullah juga
mengingatkan bahwa
Syetan datang kepada
kalian ketika sholat lalu
membuka tempat duduk
kalian, lalu ia
merekayasa agar dia
ragu apa kentut apa
tidak, kalau kalian
merasakan itu janganlah
membatalkan sholat
hingga dengar suara atau
mencium bau (Thabrani:
sahih). Bahkan konon
syetan juga menganggu
orang yang sholat dengan
isu-isu kebaikan seperti
masalah dakwah,
masalah sunnah, masalah
keilmuan dan politik agar
sholatnya tidak lagi
terfokus.
3. Bacalah cerita orang
solih terdahulu
bagaimana mereka
berkhusyu' dalam
sholatnya. Ali r.a. ketika
hendak sholat maka
mukanya berubah, lalu ia
ditanyai tentang itu,
beliau menjawab: datang
waktu ketika amanah
ditawarkan kepada
langit, bumi dan gunung-
gunung tapi mereka
menolak tapi aku kini
membawanya. Konon
mereka ketita sholat
memerah wajahnya
karena takut akan
menghadap Allah. Salah
seorang
4. Berdoa dalam sholat,
khususnya saat sujud.
Rasulullah s.a.w.
bersabda:"Kondisi paling
antara hamba dan
Tuhannya adalah saat
sujud, maka
perbanyaklah
doa" (Muslim).
5. Dzikir setelah sholat.
Setelah melaksanakan
sholatnya hendaknya
seorang hamba
melakukan dzikir selesai
sholat untuk memperkuat
dan menyempurnakan
sholatnya. Tentu saja
tidak hanya dzikir dalam
lisan tapi juga diresapi
makna dan
kandungannya.
Adapun perkara-perkara
yang mengganggu
kekhusyu'an adalah sbb:
1. Membersihkan tempat
sholat dari hal-hal yang
mengganggu konsentrasi
seperti gambar-gambar
dan ornamen yang
menarik perhatian orang
sholat. Aisyah r.a. pernah
mempunyai kelambu di
rumahnya berwarna-
warni, lalu Rasulullah
memintanya agar
menyingkirkan itu karena
itu mengganggu sholat
beliau. (Bukhari). Maka
hendaknya melakukan
sholat di tempat yang
jauh dari kebisingan dan
banyak orang lalu lalang,
tempat orang ngobrol,
apalagi tempat hiburan
dan bersenang-senang
karena itu akan
mengganggu kekhusyu'an
sholat. Begitu juga agar
lokasi sholat tidak terlalu
panas atau terlalu dingin.
Rasulullah s.a.w.
memerintahkan agar
para sahabat melakukan
sholat dhuhur saat cuaca
agak dingin.
2 Memakai pakaian yang
polos dan tidak banyak
warna. Karena itu akan
menarik pandangan
mushalli dan mengganggu
konsentrasinya dalam
sholat. Rasulullah pernah
sholat dan terganggu
dengan kelambu Aisyah
yang berwarna-warni lalu
beliau meminta untuk
menyingkirkannya.
(Bukhari dll.).
3.Hindari solat di waktu
makan. Rasulullah s.a.w.
bersabda"Tidak baik
sholat di hadapan
makanan" (Muslim).
Riwayat lain mengatakan
"Ketika maka malam
sudah siap dan datang
waktu sholat, maka
dahulukan makan
malam" (Bukhari).
4. Hindari menanah
buang air besar, kecil dan
angin. Rasulullah s.a.w.
melarang sholat sambil
menahan kencing (Ibnu
Majah:sahih). Riwayat
lain mengatakan bahwa
Rasululllah s.a.w.
bersabda kalau kalian
akan sholat dan ingin ke
wc maka pergilah ke wc
dulu (Abu Dawud:sahih).
5. Hindari sholat dalam
keadaan ngantuk berat.
Rasulullah s.a.w.
bersabda "Kalau kalian
sholat dan ngantuk maka
tidurlah hingga ia
mengerti apa yang
dikatakan" (Bukhari).
Riwayat lain dengan
tambahan: ditakutkan
ketika kalian ngantuk
dan melakukan sholat
maka ia tidak sadar
maunya meminta
ampunan Allah tapi
malah mengumpat
dirinya. (Bukhari)
6.Hindari sholat di
tempat yang kurang rata
atau kuarng bersih
karena itu akan
menganggu konsentrasi
saat sujud. Rasulullah
s.a.w. bersabda
"Janganlah kau
membersihkan tempat
sujudmu (dari kerikil)
saat sholat, kalau
terpaksa melakukannya
maka itu cukup sekali
(Abu Dawud:sahih).
7.Jangan membaca terlalu
keras sehingga
mengganggu orang sholat
di samping kita.
Rasulullah s.a.w.
bersabda "Ingatlah
bahwa kalian semua
menghadap Allah,
janganlah saling
mengganggu, jangan
membaca lebih keras dari
saudaranya dalam
sholat" (Abu Dawud:
sahih).
8. Jangan tengak-tengok
saat sholat. Rasulullah
s.a.w. mengingatkan
bahwa tengak-tengok
dalam sholat adalah
gangguan syetan.
(Bukhari). Dalam hadist
lain dikatakan "Allah
senantiasa melihat
hambanya saat sholat
selama ia tidak
menengok, kalau
menengok maka Allah
meninggalkannya" (Abu
Dawud: sahih).
9. Jangan melihat ke arah
atas. Rasulullah s.a.w.
pernah bersabda "Ada
orang-orang sholat
sambil menghadap ke
atas, mudah-mudahan
matanya tidak
kembali" (Ahmad:sahih).
10.menahan mulut ketika
ingin menguap. Sabda
Rasulullah s.a.w. Ketika
kalian menguap saat
sholat, maka tahanlah
sekuatnya karena syetan
akan masuk ke mulut
kalian" (Muslim).
[kepada Allah] dengan
sabar dan [mengerjakan]
shalat. Dan sesungguhnya
yang demikian itu
sungguh berat, kecuali
bagi orang-orang yang
khusyu ’, (al-Baqarah: 45)
Khusyu' merupakan
kekuatan sholat. Tanpa
khusyu' sholat seakan
tidak mempunyai makna
bagi pelakunya, karena
sholat hanya berupa
aktifitas fisik yang rutin,
tanpa kenikmatan dan
tanpa rasa hidmat di
dalamnya.
Menghancurkan dan
merusak kekhusyu'an
dalam sholat adalah salah
satu misi syetan di dunia
ini. Firman Allah dalam
menceritakan misi syetan
tersebut:
Kemudian aku akan
mendatangi mereka dari
muka dan dari belakang
mereka, dari kanan dan
dari kiri mereka. Dan
Engkau tidak akan
mendapati kebanyakan
mereka bersyukur [ta’at].
(al-A'raaf: 17)
Rasulullah s.a.w.
bersabda
Yang pertama akan
hilang dari umatku
adalah khusyu', hingga
kalian tidak lagi melihat
orang khusyu'. (H.R.
Tabrani. Sahih)
Maka khsyu' ini juga
merupakan salah satu
sifat orang beriman. Allah
berfirman:
Sesungguhnya
beruntunglah orang-
orang yang beriman, (1)
[yaitu] orang-orang yang
khusyu ’ dalam shalatnya.
Ibnu Katsir mengatakan:
khusyu' adalah tidak
bergerak, tenang, penuh
tawadlu' karena
disebabkan takut kepada
Allah dan perasaan
diawasi Allah. Khusyu'
adalah sadarnya hati
seakan berdiri di depat
Allah dengan penuh
penghormatan,
pengabdian. (al-Madarij
1/520).
Tempat khusyu' adalah di
dalam hari dan
membekas ke seluruh
tubuh manusia. Kalau
hati sudah tidak khusyu'
maka seluruh anggota
tubuh tidak lagi
beribadah secara serius
karena hati ibarat
komandonya dan anggota
badan adalah tentaranya.
Khusyu' juga menjadi
bukti keikhlasan. Karena
hanya mereka yang
ikhlash ibadah karena
Allah dan sholat
karenaNya yang dapat
melakukan khusyu'
secara sempurna. Tanpa
keikhlasan, maka
seseorang hanya
melakukan kekhusyu'an
palsu atau yang sering
disebut kekhusyu'an
dusta.
Ibnu Qayyim mengatakan
ada dua jenis khusyu',
yaitu khusyu' iman dan
khusyu' munafik. khusyu'
Iman adalah hatinya
menghadap Allah dengan
penghormatan,
pengagungan,
ketenangan, penuh
harapan dan rasa malu,
lalu hatinya penuh
dengan cinta dan
pengakuan kepada Allah
yang membekas ke
seluruh anggota
badannya.
Adapun khusyu' munafik
adalah fisiknya khusyu'
tapi hatinya tidak. Para
sahabat sering berdoa: Ya
Allah lindungilah aku dari
khusyu' munafik. (Ruh
314).
Rasulullah s.a.w.
bersabda:"Lima sholat
yang diwajibkan oleh
Allah, barang siapa
memperbaiki wudlunya
dan melaksanakan sholat
pada waktunya,
menyempurnakan
ruku'nya dan
kekhusyu'annya, maka ia
mendapatkan janji Allah
untuk mengampuninya.
Barang siapa tidak
melakukan itu, maka ia
tidak mendapatkan janji
Allah, kalau Allah
berkehendak maka
Mengampuninya, kalau
Allah berkehendak maka
akan menyiksanya." (H.R.
Abu Dawud – sahih)
Dalam hadist lain
Rasulullah s.a.w.
bersabda:"Barang siapa
berwudlu dan
memperbaiki wudlunya
kemudaian ia sholat dua
rakaat, ia konsentrasikan
hati dan wajahnya (dan
tidak diganggu oleh
nafsunya), maka ia akan
diampuni dosanya yang
telah telah lewat. (H.R.
Bukhari).
Rasulullah s.a.w. juga
pernah bersabda:"Banyak
sekali orang yang sholat
hanya mendapatkan
capek berdiri" (H.R.
Nasai: hasan).
Tip menghadirkan khusyu
dalam sholat
Menghadirkan khusyu'
dalam sholat dalam
dilakukan melalui dua
cara. Pertama:
mengupayakan amalan-
amalan yang merangsang
kekhusyu'an dan kedua:
menghilangkan hal-hal
yang merusak
kekhusyu'an.
Adapun amalan-amalan
yang mengantarkan
kepada kekhusyu'an
adalah sbb:
1. Persiapkan diri untuk
sholat. Itu dimulai dengan
mendengarkan adzan dan
mengikutinya, berdoa
adzan, memperbaiki
wudlu, berdoa setalah
wudlu, melakukan siwak
sebelum sholat,
mempesiapkan baji
sholat, tempat sholat dan
menunggu waktu sholat.
Bukan bergegas sholat
ketika waktu hampir
lewat.
2. Thoma'ninah: yaitu
berhenti sejenak pada
setiap rukun-rukun
sholat. Dalam hadist
diriwayatkan bahwa
Rasulullah s.a.w. ketika
sholat, beliau melakukan
thma'ninah hingga semua
anggota badan beliau
kembali pada tempatnya.
(H.R. Abu Dawud dll.)
Dalam hadist lain
Rasulullah s.a.w.
bersabda:"Seburuk-buruk
pencuri adalah pencuri
sholat. Bagaimana itu
wahai Rasulullah, tanya
sahabat. "Mereka yang
tidak menyempurnakan
ruku' dan sujudnya. (H.R.
Ahmad dan Hakim: sahih).
Seseorang tidak akan
bisa khusyu' tanpa
thoma'ninah ini karena
cepatnya pergerakan
sholat telah
menghilangkan
kekhusyu'an dan
konsentrasi hati.
3. Ingat kematian saat
sholat. Rasulullah s.a.w.
pernah
bersabda:"Ingatlah mati
saat kamu sholat,
sesungguhnya seseorang
yang ingat mati saat
sholat maka ia akan
memperbaiki sholatnya,
dan sholatlah seperti
sholatnya orang yang
mengira itu sholatnya
yang terakhir" (Dailami:
sahih). Rasul juga pernah
berpesan kepada Abu
Ayub r.a. "Sholatlah
seperti sholatnya orang
yang pamitan" (Ahmad:
sahih).
4. Tadabbur (menghayati)
ayat-ayat Quran yang
dibaca saat sholat, begitu
juga dzikir-dzikir dan
bacaan sholat lainnya
lainnya serta
menyerapkannya dalam
diri mushalli.
Ini adalah sebuah kitab
yang Kami turunkan
kepadamu penuh dengan
berkah supaya mereka
memperhatikan ayat-
ayatnya dan supaya
mendapat pelajaran
orang-orang yang
mempunyai fikiran.
(Shad:29).
Dari Hudzaifah r.a. :Aku
sholat di belakang
Rasulullah s.a.w., satu
malam. Beliau membaca
dengan bebas. Ketika
melewati ayat di
dalamnya ada tasbih,
beliau bertasbih, ketika
melewati ayat
permintaan beliau
meminta dan ketika
melewati ayat minta
perlindungan, beliau pun
meminta
perlindungan" (Muslim).
Tadabbur dan tafakkur
terhadap ayat-ayat Allah
merupakan pengantar
kekhusyu'an. Begitu juga
menangis saat
mendengar atau
membaca ayat-ayat
Allah. Allah berfirman:
Dan mereka menyungkur
atas muka mereka sambil
menangis dan mereka
bertambah khusyu ’.
(Isra':109).
Atho' pernah bertanya
kepada Aisyah r.a.:
ceritakan kepadaku apa
yang paling kau kagumi
dari Rasulullah, lalu
Aisyah menangis. Suatu
malam Rasulullah s.a.w.
berdiri untuk sholat,
beliau berkata: Wahai
Aisyah biarkan aku
menyembah Tuhanku.
Sesungguhnya aku senang
bersamamu dan aku
senang
menyenangkanmu". Lalu
beliau pun bangun dan
sholat, lalu beliau sholat
sambil menangis sehingga
lantai kamarku basah
karena air mata beliau.
Lalu berkumandanglah
adzan Bilal untuk subuh,
ketika Bilal melihat mata
Rasulullah basah karena
menangis, Bilal pun
bertanya:"Wahai
Rasulullah, untuk apa
engkau menangis padahal
Allah telah
mengampunimu dosamu
yang lalu dan yang akan
datang? Rasul menjawab:
Wahai Bilal aku lebih
suka untuk menjadi
hamba yang banyak
bersyukur. Malam ini
diturunkan kepadaku
ayat yang ruglilah orang
yang membacanya dan
tidak menghayatinya,
yaitu ayat Ali Imran
190-194. (Ibnu
Hibban:sahih).
1. Membaca ayat satu-
satu. Ini juga
mengantarkan kepada
khusyu' karena
mengantarkan kepada
pamahaman dan
penghayatan. Umi
Salamah berkata bahwa
Rasulullah membaca
fatihah dalam sholat
dengan basmalah, lalu
berhenti lalu membaca
hamdalah lalu berhenti
lalu membaca
arrohmaanirrohiiim dan
seterusnya. (Abu Dawud:
sahih).
2. Memperindah bacaan
Quran dan tartil dapat
mengantarkan kepada
kekhusyu'an. Allah
berfirman:
Hai orang yang
berselimut [Muhammad],
(1) bangunlah [untuk
sembahyang] di malam
hari [1] kecuali sedikit
[daripadanya], (2) [yaitu]
seperduanya atau
kurangilah dari seperdua
itu sedikit, (3) atau lebih
dari seperdua itu. Dan
bacalah Al Qur ’an itu
dengan perlahan-lahan.
(Muzammil 1-4)
Rasulullah s.a.w.
berpesan:"Perindahlah al-
Qur'an dengan suaramu
yang merdu, karena
suara yang indah akan
memperindah al-
Quran" (Hakim:sahih).
Dalam hadist lain beliau
bersabda:"Sesungguhnya
seindah-indah suara
orang membaca Quran,
adalah kalau ia membaca
maka orang-orang yang
mendengarnya akan
takut kapada Allah. (Ibnu
Majah: sahih).
Ka'bah". (Hakim: sahih).
bat diceritakan terkena
panah saat berperang,
lalu ia minta agar dicabut
saat ia sholat karena saat
itu ia lupa semuanya dan
hanya ingat Allah.
nta (Ahmad: sahih).
28 September jam 0:59 · Suka ·
Hapus
Tanya Jawab Masalah
Islam 1. Beranggapan
bahwa saat sholat ia
sedang menghadap
kepada Allah. Dalam
sebuah hadist Rasulullah
s.a.w.
bersabda:"Sesungguhnya
kalian apabila sholat
maka sesungguhnya ia
sedang bermunajat
(bertemu) dengan
Tuhannya, maka
hendaknya ia mengerti
bagaimana bermunajat
dengan Tuhan. Hakim:
sahih).
2. Memperhatikan
pembatas depan sholat.
Sebaiknya ketika sholat
menghadap pembatas
depan, misalnya dinding
atau pembatas yang
polos. Tujuannya adalah
agar pandangan mata
kita tidak terganggu oleh
obyek-obyek visual yang
mengganggu konsentrasi
kita. Rasulullah s.a.w.
bersabda" Hendaklah
kalian ketika sholat
menaruh pembatas di
depannya agar syetan
tidak memutuskan
sholatnya" (Abu Dawud:
sahih). Sebaiknya
pembatas tersebut
berjarak tiga jengkal dari
tempatnya berdiri dan
sejengkal dari tempat
sujudnya. (Fathul Bari).
3. Meletakkan tangan
kanan di atas tangan kiri
di atas dada. Rasulullah
s.a.w. bersabda: Kami
para nabi diperintahkan
agar dalam sholat
meletakkan tangan
kanan di atas atas tangan
kiri (Thabrani:sahih).
Imam Ahmad
menjelaskan bahwa
tujuannya adalah agar
kita menundukkan diri di
depan Allah dengan
khusyu'. Ibnu Hajar
mengatakan bahwa sikap
seperti itu adalah sikap
seorang yang meminta
dengan merendahkan diri
dan sikap seperti itu lebih
mengantarkan kepada
kekhusyu'an.
4. Mengarahkan
pandangan mata pada
tempat sujud. Dai Aisyah
r.a. Rasulullah s.a.w.
ketika sholat beliau
menundukkan kepalanya
dan pandangannya
tertuju ke tempat sujud.
(Hakim:sahih). Begitu
juga ketika beliau
memasuki Ka'bah beliau
tidak memalingkan
pandangannya
1. Sebagian ulama
melihat bahwa
meragamkan bacaan
sholat dapat
mengantarkan kepada
kekhusyu'an karena
menciptakan suasana
baru dalam
melaksanakan sholat.
Misalnya redaksi bacaan
doa iftitah, ruku', sujud,
I'tidal, duduk antara dua
sujud dan tashahhud ada
beberapa riwayat sahih
yang berbeda-beda.
Membacanya dengan
redaksi yang berbeda-
beda dapat mempersegar
suasana sholat dan
mengantarkan kepada
kekhusyu'an. Begitu juga
bacaan-bacaan surat
setelah fatihah dapat
dilakukan dengan variasi
ayat yang berbeda-beda.
2. Disunnahkan membaca
ta'awwudz ( ذوغأ هللاب نم
ناطيشلا ميجرلا ) ketika
merasakan ada gangguan
konsentrasi dalam sholat.
Konon ketika seorang
hamba hendak
melaksanakan sholat,
syetan menurunkan
pasukannya yang disebut
Khanzab untuk
mengganggu orang
sholat. Abi 'Ash r.a.
berkata kepada
Rasulullah, Wahai
Rasulullah syetan telah
mengganggu sholatnya
dan membolak balikkan
bacaannya, Rasulullah
bersabda: Itu syetan
bernama Khanzab kalau
kamu merasakannya
maka bacalah ta'wudz
lalu tiuplah ke kiri tiga
kali". Iapun
melakukannya dan syetan
tidak lagi
mengganggunya.
(Muslim). Rasulullah juga
mengingatkan: Kalau
kalian sholat maka
datanglah syetan
mengganggu kalian,
sehingga kalian lupa
hitungan rakaatnya.
Kalau kalian
merasakannya maka
sujudlah dua kali ketika
ia duduk (Bukhari).
Rasulullah juga
mengingatkan bahwa
Syetan datang kepada
kalian ketika sholat lalu
membuka tempat duduk
kalian, lalu ia
merekayasa agar dia
ragu apa kentut apa
tidak, kalau kalian
merasakan itu janganlah
membatalkan sholat
hingga dengar suara atau
mencium bau (Thabrani:
sahih). Bahkan konon
syetan juga menganggu
orang yang sholat dengan
isu-isu kebaikan seperti
masalah dakwah,
masalah sunnah, masalah
keilmuan dan politik agar
sholatnya tidak lagi
terfokus.
3. Bacalah cerita orang
solih terdahulu
bagaimana mereka
berkhusyu' dalam
sholatnya. Ali r.a. ketika
hendak sholat maka
mukanya berubah, lalu ia
ditanyai tentang itu,
beliau menjawab: datang
waktu ketika amanah
ditawarkan kepada
langit, bumi dan gunung-
gunung tapi mereka
menolak tapi aku kini
membawanya. Konon
mereka ketita sholat
memerah wajahnya
karena takut akan
menghadap Allah. Salah
seorang
4. Berdoa dalam sholat,
khususnya saat sujud.
Rasulullah s.a.w.
bersabda:"Kondisi paling
antara hamba dan
Tuhannya adalah saat
sujud, maka
perbanyaklah
doa" (Muslim).
5. Dzikir setelah sholat.
Setelah melaksanakan
sholatnya hendaknya
seorang hamba
melakukan dzikir selesai
sholat untuk memperkuat
dan menyempurnakan
sholatnya. Tentu saja
tidak hanya dzikir dalam
lisan tapi juga diresapi
makna dan
kandungannya.
Adapun perkara-perkara
yang mengganggu
kekhusyu'an adalah sbb:
1. Membersihkan tempat
sholat dari hal-hal yang
mengganggu konsentrasi
seperti gambar-gambar
dan ornamen yang
menarik perhatian orang
sholat. Aisyah r.a. pernah
mempunyai kelambu di
rumahnya berwarna-
warni, lalu Rasulullah
memintanya agar
menyingkirkan itu karena
itu mengganggu sholat
beliau. (Bukhari). Maka
hendaknya melakukan
sholat di tempat yang
jauh dari kebisingan dan
banyak orang lalu lalang,
tempat orang ngobrol,
apalagi tempat hiburan
dan bersenang-senang
karena itu akan
mengganggu kekhusyu'an
sholat. Begitu juga agar
lokasi sholat tidak terlalu
panas atau terlalu dingin.
Rasulullah s.a.w.
memerintahkan agar
para sahabat melakukan
sholat dhuhur saat cuaca
agak dingin.
2 Memakai pakaian yang
polos dan tidak banyak
warna. Karena itu akan
menarik pandangan
mushalli dan mengganggu
konsentrasinya dalam
sholat. Rasulullah pernah
sholat dan terganggu
dengan kelambu Aisyah
yang berwarna-warni lalu
beliau meminta untuk
menyingkirkannya.
(Bukhari dll.).
3.Hindari solat di waktu
makan. Rasulullah s.a.w.
bersabda"Tidak baik
sholat di hadapan
makanan" (Muslim).
Riwayat lain mengatakan
"Ketika maka malam
sudah siap dan datang
waktu sholat, maka
dahulukan makan
malam" (Bukhari).
4. Hindari menanah
buang air besar, kecil dan
angin. Rasulullah s.a.w.
melarang sholat sambil
menahan kencing (Ibnu
Majah:sahih). Riwayat
lain mengatakan bahwa
Rasululllah s.a.w.
bersabda kalau kalian
akan sholat dan ingin ke
wc maka pergilah ke wc
dulu (Abu Dawud:sahih).
5. Hindari sholat dalam
keadaan ngantuk berat.
Rasulullah s.a.w.
bersabda "Kalau kalian
sholat dan ngantuk maka
tidurlah hingga ia
mengerti apa yang
dikatakan" (Bukhari).
Riwayat lain dengan
tambahan: ditakutkan
ketika kalian ngantuk
dan melakukan sholat
maka ia tidak sadar
maunya meminta
ampunan Allah tapi
malah mengumpat
dirinya. (Bukhari)
6.Hindari sholat di
tempat yang kurang rata
atau kuarng bersih
karena itu akan
menganggu konsentrasi
saat sujud. Rasulullah
s.a.w. bersabda
"Janganlah kau
membersihkan tempat
sujudmu (dari kerikil)
saat sholat, kalau
terpaksa melakukannya
maka itu cukup sekali
(Abu Dawud:sahih).
7.Jangan membaca terlalu
keras sehingga
mengganggu orang sholat
di samping kita.
Rasulullah s.a.w.
bersabda "Ingatlah
bahwa kalian semua
menghadap Allah,
janganlah saling
mengganggu, jangan
membaca lebih keras dari
saudaranya dalam
sholat" (Abu Dawud:
sahih).
8. Jangan tengak-tengok
saat sholat. Rasulullah
s.a.w. mengingatkan
bahwa tengak-tengok
dalam sholat adalah
gangguan syetan.
(Bukhari). Dalam hadist
lain dikatakan "Allah
senantiasa melihat
hambanya saat sholat
selama ia tidak
menengok, kalau
menengok maka Allah
meninggalkannya" (Abu
Dawud: sahih).
9. Jangan melihat ke arah
atas. Rasulullah s.a.w.
pernah bersabda "Ada
orang-orang sholat
sambil menghadap ke
atas, mudah-mudahan
matanya tidak
kembali" (Ahmad:sahih).
10.menahan mulut ketika
ingin menguap. Sabda
Rasulullah s.a.w. Ketika
kalian menguap saat
sholat, maka tahanlah
sekuatnya karena syetan
akan masuk ke mulut
kalian" (Muslim).
Langganan:
Postingan (Atom)