Minggu, 26 Desember 2010

APAKAH SHOLAT LIMA WAKTU SHOLATNYA PARA NABI TERDAHULU.??

Assalamu'alaikum wr.wb,
pak ust saya mw tanya
apakah benar sholat 5
waktu itu diambil dari
sholatnya para nabi
terdahulu ?? karena yg
saya dengar sholat subuh
itu sholatnya Nabi
adam ??
24 September jam 22:16 · Suka
Tanya Jawab Masalah
Islam waalaikum salam,
wr,wb.
Sholat menurut bahasa
berarti doa. Adapun
menurut peristilahan,
sholat ialah ibadah
tauqifi yang sudah sangat
dikenal, dimulai dengan
takbiratul ihram dan
diakhiri dengan salam.
Perintah menegakkan
sholat tersebar sangat
banyak dalam ayat-ayat
Al-Qur ’an. Diantaranya,
Allah berfirman :
“ Sesungguhnya sholat
adalah kewajiban yang
telah ditentukan waktu-
waktunya atas orang-
orang yang beriman ”.
Sholat merupakan rukun
Islam yang kedua, setelah
syahadat. Ia adalah tiang
agama. Nabi saw
bersabda “Sholat adalah
tiang agama. Barangsiapa
menegakkannya maka ia
telah menegakkan
agama, dan barangsiapa
meninggalkannya maka
ia telah merobohkan
agama”. Ia juga
merupakan benteng
terakhir seorang muslim,
karena Islam itu memiliki
simpul-simpul yang akan
terurai satu demi satu
dimana yang akan
terakhir kali terurai
adalah sholat.
Sholat telah disyariatkan
sejak awal-awal
munculnya Islam di
Makkah. Sejak awal
kenabian, yakni semenjak
turunnya QS Al-
Muzzammil, Nabi telah
diwajibkan untuk
melakukan sholat malam.
Sebelum turunnya
perintah sholat lima
waktu, umat Islam di
Makkah saat itu hanya
melakukan sholat dua
kali dalam sehari, yakni
pada pagi dan petang
saja. Setelah peristiwa
Isra ’ dan Mi’raj, umat
Islam diwajibkan untuk
melakukan sholat lima
kali dalam sehari.
Dan diantara rahmat
Allah kepada umat ini
adalah diberikannya
keringanan terhadap
jumlah shalat yang harus
dilakukan setiap muslim
mulai dari lima puluh kali
hingga akhirnya menjadi
lima kali. Musa as
mengkhawatirkan bahwa
shalat yang lima puluh
kali itu tidak akan
sanggup dilaksanakan
oleh umat Muhammad
saw, sebagaimana
dikatakan oleh al
Qurthubi bahwa hikmah
dari pengkhususan Musa
dengan meminta Nabi
Muhammad saw kembali
ke Tuhannya dalam
perintah shalat
memungkinkan bahwa
umat Musa pernah
dibebankan dengan
beberapa shalat yang
tidak dibebankan kepada
umat-umat sebelumnya
dan hal itu cukup
memberatkan mereka.
jadi umat terdahulu
shalat caranya
bagaimana kami belum
menemukan dalil yang
yang kuat.wallohu'alam

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar